PORTAL PUBLIK BADAN NARKOTIKA NASIONAL
HomeCegahGakkumLitbang InfoHumasDalopsInspektoratSatgasKesekretariatanLinksWebmail
Dokumentasi data pusat terapi data pusat rehabilitasi data korban narkoba artikel kegiatan
  Login : Password :
Search : 
Laporkan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ke Call Center BNN 021-80880011 atau SMS Center BNN 0888-111-0266




GALERI PHOTO
Pameran Informasi Narkoba Pada Kegiatan HONLEA

 
 
   
     
 
Manilik CBU Berbasis Keagamaan - Masih Menunggu Arahan yang Jelas ?
[20 November 2006, 11:37 WIB] Oleh : SADAR BNN November 2006 / Adi KSG IV

SEBUAH keluarga mengaku sudah sangat frustasi dan hampir menyerah untuk menyembuhkan anaknya yang berusia 34 tahun dari kecanduan narkoba. Padahal, dua milyar rupiah sudah habis untuk biaya pengobatan anak tersebut, tetapi sang putra kesayangan tidak kunjung sembuh. Karena frustasi, orang tua sang anak kemudian mencoba meminta pertolongan kepada para dai di Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK).

Kemudian tim dai dari MASK berkunjung ke rumah keluarga tersebut untuk mengobatinya. Melalui pendekatan agama, dengan membaca doa, yaitu surat Yasin sebanyak 41 kali dan air putih yang didoakan untuk kemudian diminum dan untuk mandi sang anak, keajaiban pun terjadi. Sang anak yang tadinya terkulai duduk di kursi roda karena tidak bisa berjalan, tak berapa lama sudah bisa berjalan. Saat ini, anak itu mengaku sudah bisa mengatasi kecanduannya dan kesehatannya berangsur-angsur pulih.


Status Stagnan

Pada edisi Juni 2006, SADAR mengangkat tulisan tentang program Community Based Unit (CBU) Berbasis Keagamaan yang dicanangkan langsung oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono. Program ini bertujuan untuk membuat jejaring di tempat-tempat keagamaan guna penanganan masalah narkoba. Kini, SADAR mencoba menilik kembali pelaksanaan program tersebut. Dalam peliputan, SADAR secara langsung mendatangi tempat-tempat yang dijadikan pilot project.

Ternyara, program CBU masih berjalan dengan status stagnan. Proses ketidakjelasan arahan dan program yang akan dilakukan adalah sebuah hal yang ditemukan oleh SADAR ketika mengunjungi satu persatu lokasi pilot project CBU. Karena memegang tanggung jawab sosialisasi yang telah dilakukan, sejumlah tempat ibadah yang dijadikan pilot project inipun terpaksa berjalan di atas ketidakjelasan tersebut.

Sebut saja pengakuan dari Masjid Asy-Syakiriin, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Di tengah ketidakjelasan program yang akan dilaksanakan, melalui proses sosialisasi secara inisiatif pihak masjid tetap membuka jalur konsultasi tentang narkoba.

Di tempat terpisah, Koordinator CBU Masjid Agung Sunda Kelapa, Drs. Zaenuri Anwar mengaku sampai saat ini BNN belum memberikan prog ram-prog ram yang riil apa yang harus dilakukan dalam program CBU ini. "Kami sclalu menanyakan kepada BNN di setiap rapat dan pertemuan, program apa yang diharapkan oleh BNN. Jangan sampai kami menjadi tangan-tangan BNN tapi tidak tahu apa yang kami lakukan. Namun sampai saat ini terus terang BNN belum memberikan secara utuh program tersebut, akhirnya kamipun membuat program sendiri sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di lingkungan kami," ujar Zaenuri. (SADAR BNN November 2006 / Adi KSG IV)
  lengkap » Download Artikel
     
     
 
 
indeks artikel terapi:
 
     
Home Cegah Gakkum Terapi rehab Litbang Info Humas Pusdalops Inspektorat Link Site Map
copyright © 2003 BNN