AIDS = AKIBAT INGKAR DENGAN SYARIAH
Oleh: Republika
[05 Desember 2007]
Bahaya AIDS bukan sekadar mengancam jiwa puluhan juta manusia di dunia, tapi lebih pada ancaman terhadap generasi manusia mendatang secara keseluruhan dari segala aspeknya, baik itu dari sisi kematian maupun kualitas kehidupan sosial. Dana yang diperlukan untuk penanggulangan pun tidak sedikit. Namun, biaya besar yang dikeluarkan hasilnya masih tetap sia-sia. Pengobatan hanya lebih berfungsi sebagai 'usaha mengurangi' penderitaan dan pencegahan penularan lebih lanjut. Sementara dalam hal pencegahan hanya bersifat klise dan 'itu-itu saja'.
Propaganda untuk tetap setia pada pasangan, memakai kondom dan lain-lain, secara sadar ataupun tidak telah melegitimasi hubungan bebas alias perzinahan. Bahkan ini dikampanyekan tak lain dan tak bukan oleh pemerintah sendiri. Artinya, pemerintah secara tidak langsung telah merestui dan menyediakan jalan bagi praktik perzinahan tersebut.
Oleh karena itu, harus ada perubahan orientasi penanggulangan. Dari orientasi pengobatan dan pencegahan yang parsial menuju orientasi pencegahan dan pembinaan secara menyeluruh. Dari orientasi medis dan tatanan sosial ala manusia menuju orientasi penanggulangan dalam bentuk tatanan sosial dari Sang Pencipta. Karena AIDS bukan sumber dari segalah masalah ini, maka dalam hal ini rusaknya tatanan sosial yang menjadi penyebab AIDS tersebut harus diatasi.