PORTAL PUBLIK BADAN NARKOTIKA NASIONAL
HomeCegahGakkumTerapi RehabLitbang InfoDalopsInspektoratSatgasKesekretariatanLinksWebmail
berita press release agenda konsultasi polling publikasi galeri photo audio / video kamus narkoba FAQ Suara Masyarakat
  Login : Password :
Search : 
Laporkan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ke Call Center BNN 021-80880011 atau SMS Center BNN 0888-111-0266




GALERI PHOTO
Pameran Informasi Narkoba Pada Kegiatan HONLEA

 
BERITA
174 Ribu Penderita AIDS Tak Terdekteksi
Oleh: Tempo

[24 Juli 2007]

Jakarta – Pengidap HIV/AIDS yang telah terdeteksi saat in ibaru sekitar 15 ribu orang dari 189 ribu penderita positif yang diperkirakan. “Sistem pendeteksian pengidap HIV/AIDS di Indonesia memang masih lemah,” kata pendiri Yayasan Pelita Ilmu, lembaga swadaya masyarakat yang mengurus masalah HIV/AIDS, Zubairi Zoerban, kemarin.

Penderita yang belum terdeteksi ini, kata dia, berpotensi memperluas penyebaran HIV. Misalnya ibu penderita HIV berpotensi menyebarkan penyakit tsbt kepada anaknya.
Penanganan pada pengidap HIV/AIDS pun menjadi terlambat. “Kalaupenderita terdeteksi lebih cepat, pengobatan bisa segera diberikan dan virus dapat ditekan,” katanya.

Belum banyaknya pengidap HIV/AIDS yang terdeteksi ini, kata dia, juga disebabkan oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat masih cenderung melindungi penderita. “Seharusnya semua pihak menjemput bola jangan hanya menunggu,” ujarnya.

Indonesia, kata Zubairi, perlu belajar kepada Amerika dan Botswana. Di duanegara ii, perhatian yang diberikan pemerintah atas pendeteksian HIV/AIDS sangat tinggi. Amerika mewajibkan pasien yang dating ke rumah sakit menjalani tes HIV. Sedangkan Botswana mewajibkan seluruh penduduknya menjalani tes.

Sementara itu kelompok Muslimah Peduli Umat (MPU) kemarin meminta Dewan Perwakilan Rakyat mewujudkan peraturan yang sesuai dengan syariah Islam. Syariah, kata Ketua Umum MPU Nurdiati Akma dalam rekomendasi tertulisnya, dapat memberantas HIV/AIDS. “Penggunaan kondom dan lain-lain itu tidak efektif.”

Sekertaris Komis Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi mengatakan saat ini pemerintah sedang melakukan studi kelayakan penggunaan kondom perempuan di Papua dan semua provinsi Pulau Jawa. “Hasilnya cukup bagus. KOndom perempuan cukup diterima,” katanya.

Namun, Nafsiah mengakui kondom perpmpuan saat ini harganya masih sangat mahal, yakni Rp. 5.000 per buah Padahal harga kondom subsidi untuk laki-laki hanya Rp. 300. Pramono

indeks berita:  

Home Cegah Gakkum Terapi rehab Litbang Info Humas Pusdalops Inspektorat Link Site Map
copyright © 2003 BNN