Artikel
Deputi PencegahanMencegah Penyalahgunaan Narkoba Dengan Memaksimalkan Penggunaan “Gadget”
Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia sampai sekarang ini masih sangat memprihatinkan dan mencemaskan. Disamping jumlah pelaku penyalahguna narkoba setiap tahunnya terus meningkat, juga berdasarkan fakta keberhasilan aparat mengagalkan penyelundupan dan mengungkap serta membongkar keberadaan produsen narkoba di sejumlah tempat menandakan peredaran narkoba masih terus mengancam.
Berdasarkan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional dan Puslitkes Universitas Indonesia pada 2008 menunjukkan, prevalensi penyalahgunaan narkoba telah mencapai 1,99 persen atau sekitar kurang lebih 3,6 juta jiwa dari total populasi jumlah penduduk Indonesia.
Selama kurun waktu dua tahun terjadi peningkatan prevalensi sekitar 0,5 persen karena pada 2005 jumlah prevalensi penyalahgunaan narkoba tercatat masih sebesar 1,5 persen. Apabila hal itu dibiarkan, diprediksi jumlah penyalahgunaan narkoba pada 2015 dimana Indonesia dan negara-negara Asean telah bertekad mewujudkan Kawasan Bebas Narkoba justru bisa mengalami kenaikan mencapai 2,8 %.
Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan permasalahan yang sangat serius. Narkoba tidak saja mengancam kelangsungan hidup dan masa depan penyalahgunanya saja, namun juga masa depan bangsa dan negara. Sebab, dampak yang ditimbulkan dapat mengancam berbagai lapisan masyarakat tanpa membedakan strata sosial, ekonomi, usia maupun tingkat pendidikan.
Fakta lain menunjukkan, penyalahguna narkoba berasal dari berbagai lapisan umur, strata sosial ekonomi maupun tingkat pendidikan. Seperti diketahui, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang terjadi di tengah masyarakat, pada umumnya sulit teridentifikasi dan sangat tertutup.
Disamping itu, keterlibatan pelaku dalam penyalahgunaan narkoba tidak hanya sebatas sebagai pelaku penyalahguna (pemakai), namun juga menjadi pengedar bahkan produsen gelap narkoba. Apabila dicermati, ketiga komponen itu merupakan satu mata rantai komunitas penyalahgunaan narkoba saling terikat satu sama lainnya yang tidak dapat dipisahkan.
Untuk dapat melakukan pencegahan dan mengatasi permasalahan yang sangat kompleks itu diperlukan penanganan secara intensif dan berkesinambungan pemulihan terhadap “korban” penyalahguna agar tidak dijadikan sasaran jitu oleh para sindikat narkoba. Juga diperlukan kesadaran dan kebersamaan masyarakat untuk melawan dan memeranginya secara tegas dengan menolak keberadaan narkoba di tengah lingkungan mereka.
Media Pencegahan
Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya sehingga dapat melakukan deteksi awal diperlukan berbagai upaya, antara lain sosialisasi pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Upaya itu dapat menggunakan berbagai media informasi yang ada di masyarakat baik melalui media radio, televisi, on-line, dan sebagai.
Media informasi berteknologi modern ini dapat dikatagorikan baik dan sangat popular di kalangan masyarakat. Radio, TV maupun on-line (internet) bukan barang mewah sehingga hampir setiap rumah memiliki, termasuk menikmati on-line lewat handphone (telepon genggam). Bahkan, sekarang ada pula produk handphone yang dapat menerima siaran radio maupun televisi sehingga dapat dinikmati dimana tempat dimana suka.
Tentunya, ini suatu kemajuan teknologi informasi yang patut diapresiasi kemanfaatnya bagi hal-hal positif . Tidak saja sekedar untuk menikmati atau memberikan hiburan tetapi juga berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan informasi yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan hidup.
Televisi mempunyai daya tarik luar biasa bagi masyarakat karena informasi dan pesan disampaikan dibalut dengan visualisasi menarik sehingga masyarakat menjadi jelas dan kadang-kadang merasa terhibur menikmati tayangannya.
Di Jakarta saja tidak kurang ada 12 stasiun televisi yang setiap hari menayangkan program acara lokal maupun nasional dan masing-masing berlomba untuk merebut perhatian pemirsanya. Tayangan-tayangan yang menarik perhatian masyarakat akan memiliki ratting tinggi dan biasanya umur dari program acaranya panjang, seperti sinetron, talkshow, opera komedi, dan sebagainya.
Acara-acara yang menyita perhatian masyarakat itu yang patut dititipi pesan “anti narkoba” supaya dikemas apik dan menyatu dalam cerita sehingga akan menjadi efektif dalam penyampaian pesan kepada masyarakat. Masyarakan merasa terhibur oleh kisah cerita namun dapat memetik hikmah dan manfaat dari pesan yang disampaikan oleh ceritanya.
Memanfaatkan Gadget
Media elektronik lainnya yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan "anti narkoba" kecuali internet juga telah lahir media elektronik gadget yang memiliki teknologi informasi canggih, misalnya, BlackBerry (BB). Fenomena baru komunikasi BB termasuk perangkat telepon genggam yang memiliki layanan komplit, seperti layanan jaringan telepon tanpa kabel, SMS (short message service), internet (interconnection-networking), push-email, BBM/ Massenger (BlackBerry Messenger), faximili internet, dan sebagainya.
Melalui layanan canggih yang dimiliki BB, pengguna gadget ini selain mudah melakukan akses penjelajahan informasi global melalui internet, juga dapat digunakan untuk sharing (tukar pengalaman) melalui BBM tentang berbagai hal yang disukai maupun yang tidak disukai kepada sesama pengguna BBM.
Dengan gadget BB telah banyak muncul tulisan-tulisan artikel bermutu yang aktual juga bisa dilengkapi dengan ilustrasi foto-foto pendukung topik ulasan yang sangat menarik. Kemampuan yang dimiliki perangkat gadget BB mampu bekerja secara cepat sehingga oleh para penggunanya ditempatkan sebagai sebuah kebutuhan gaya hidup.
Beberapa kelebihan BB antara lain, menyediakan fasilitas kemudahan penggunanya untuk melakukan aktifitas pada jejaring sosial, seperti, misalnya update status, ngobrol lewat twitter bersama teman-temannya, chat via BBM atau YM (yahoo messenger).
Tidak heran, apabila berdasarkan data tahun lalu, jumlah pelanggan BB di Indonesia mencapai 2,63 juta. Sedangkan pada tahun 2011 diprediksi jumlah pelanggannya akan mencapai 4 juta. Sekarang, Indonesia didaulat sebagai negara pengguna BB terbesar di dunia. Pengguna BB di masyarakat mulai dari murid SD, SMP, SMA, mahasiswa sampai dengan orang dewasa.
Melihat kemampuan dan keunggulan BB, serta jumlah pelanggannya yang besar merupakan sebuah potensi besar yang perlu dimanfaatkan untuk melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia. Karena itu, komunitas pengguna gadget perlu diajak terlibat untuk ikut memberikan kotribusi memecahkan masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dengan melakukan penyebarluasan informasi melalui perangkat canggih telepon genggam.
Dengan pembekalan yang melibatkan komunitas pengguna gadget dalam diskusi-diskusi, seminar ataupun pelatihan, sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba akan memberi manfaat yaitu meningkatkan pengetahuan mereka tentang pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang diharapkan dapat meneruskan informasi tersebut kepada para pengguna BB yang lain maupun penjelajah informasi internet.
Selain komunitas pengguna BB, juga ada komunitas pengguna gadget Indonesia, komunitas pengguna android, komunitas pengguna iphone, dan sebagainya. Sangat diharapkan apabila komunitas-komunitas itu dapat diberdayakan maka masyarakat Indonesia, khususnya pengguna gadget menjadi semakin paham dan peduli terhadap bahaya narkoba yang dapat mengancam jiwa, kehidupan bangsa, dan negara tercinta ini.
Semoga dengan memanfaatkan secara maksimal gadget menjadi semakin banyak orang peduli dan berani melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. (Thomas ANS)
call center 021-80880011
sms center 081-221-675-675
- Online
- Unique Visitor
- Download file
- Per Unit Kerja
- Sekertaris Utama
- Inspektur Utama
- Deputi Pemberantasan
- Deputi Pencegahan
- Deputi Rehabilitasi
- Deputi Pem. Masyarakat
- Deputi Hukum&Kerjasama
- Puslitdatin
- UPT T&R LIDO
- UPT Diklat
- UPT LAB
- : 7 user
- : 6161
- : 30055
- : 269805
- : 207247
- : 149899
- : 106131
- : 60161
- : 38198
- : 31033
- : 29712
- : 18606
- : 16524
- : 13788
SEP
20
2011
Rapat Pokja
SEP
19
2011
Layanan One Stop Center (OSC)
AGS
25
2011
Ceramah Ramadhan
AGS
22
2011
Ceramah Ramadhan
-
07.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pekerjaan Pengadaan Makan Petugas Program Sebaru
-
06.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pekerjaan Pengadaan Makan Residen Program Sebaru
-
04.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pengadaan Makan Residen Program Tambling.
-
05.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pekerjaan Pengadaan Makan Petugas Program Tambling