Artikel
Deputi PencegahanLingkungan Sosial Mampu Hindari Diri Dari Pengaruh Narkoba
Cepatnya perkembangan di era globalisasi saat ini, semakin mempercepat proses penyebaran penggunaan Narkoba terhadap generasi muda, terlebih lagi negara Indonesia yang merupakan suatu negara yang menjadi penghubung antara dua benua dan dua samudra, yaitu antara benua Asia dan benua Australia serta Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, sehingga negara Indonesia ini menjadi lokasi yang sangat strategis untuk dijadikan jalur pengiriman Narkoba.
Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang transportasi dan komunikasi sebagai dampak dari globalisasi, juga telah mendorong meningkatkan teknik dan taktik serta proses penyebaran penyalahgunaan narkoba di Indonesia, sehingga korban dan pelaku penyalahgunaan Narkoba telah berkembang hampir ke seluruh lapisan masyarakat. Dampak penyalahgunaan Narkoba bukan hanya berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan psikis dari individu pengguna, tetapi telah berkembang menjadi ancaman terhadap ketahanan nasional. Kehawatiran ini semakin dipertajam akibat meluasnya peredaran Narkoba di kalangan generasi muda. Selain itu Indonesia yang beberapa waktu lalu menjadi tempat transit dan pasar bagi peredaran narkoba, saat ini sudah berkembang menjadi produsen Narkoba. Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap ketahahan masyarakat dan kehidupan berbangsa serta bernegara khususnya generasi muda.
Apa jadinya jika Narkoba mampu mengendalikan kehidupan generasi muda?? tentu saja kualitas generasi muda sebagai generasi penerus pembangunan bangsa di masa depan akan semakin menurun. Jika hal ini terjadi, tidak akan ada yang bisa diharapkan dari perkembangan suatu bangsa karena penyalahgunaan Narkoba dapat merusak kualitas Sumber Daya Manusia sebagai generasi penerus bangsa, karena akibat yang bisa ditimbulkan dari penyalahgunaan Narkoba tidak hanya terhadap diri sendiri, tetapi juga bisa terhadap orang lain. Orang lain yang dapat merasakan dari akibat penyalahgunaan narkoba adalah dari kalangan keluarga sendiri, yang sudah pasti mereka akan merasa tidak nyaman jika mengetahui anggota keluarganya merupakan pemakai zat terlarang.
Selain itu kurangnya kesadaran diri sehingga membuat mereka terlena dengan kenikmatan hidup yang sesaat. Kalau sudah begini, biasanya kualitas masa depan benar-benar akan sulit untuk diperbaiki. Embel-embel penyalahguna Narkoba akan terus melekat kepada diri Si pemakai sampai akhir hayatnya, akibatnya dia bisa dikucilkan dari lingkungan masyarakatnya, dengan begitu juga akan semakin sulit untuk menyembuhkan diri dari efek penyalahgunaan narkoba, karena memang dukungan dari lingkungan sosial sudah tidak ada.
Padahal pengaruh lingkungan sosial sangatlah kita butuhkan untuk mendukung dalam berbagai hal, termasuk juga untuk mendukung proses penyembuhan dari pengaruh bahaya penyalahgunaan Narkoba. Jadi kalau dukungan dari lingkungan sosial saja sudah tidak ada, tentu saja kita akan semakin sulit untuk terbebas dari penyalahgunaan Narkoba. Dengan cara bergabung dengan lingkungan sosial yang memang satu tujuan, akan mampu menumbuhkan kesadaran diri untuk menjauhi Narkoba, karena lingkungan sosial akan sangat berpengaruh terhadap pola pikir kita, yang juga bisa menumbuhkan pemahaman bagi para penyalahguna Narkoba itu sendiri
Dari kondisi yang seperti ini sebenarnya kita bisa tahu bahwa kemunculan Narkoba mungkin tidak akan bisa terbendung, karena tidak semua orang mempunyai kesadaran diri untuk menghindari penyalahgunaan Narkoba, serta bergabung dengan lingkungan sosial. Maka dari itu kita harus punya kesadaran diri yang tinggi agar mampu menghindar dari bahaya penyalahgunaan Narkoba, karena dengan begitu meskipun Narkoba menghampiri lingkungan kita, dengan daya tangkal yang kuat kita mampu mempertahankan diri dari pengaruh Narkoba dengan berpegang teguh terhadap kesadaran diri serta mencurahkan perhatian untuk berpartisipasi aktif dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba demi kelangsungan hidup bangsa Indonesia (DED
call center 021-80880011
sms center 081-221-675-675
- Online
- Unique Visitor
- Download file
- Per Unit Kerja
- Sekertaris Utama
- Inspektur Utama
- Deputi Pemberantasan
- Deputi Pencegahan
- Deputi Rehabilitasi
- Deputi Pem. Masyarakat
- Deputi Hukum&Kerjasama
- Puslitdatin
- UPT T&R LIDO
- UPT Diklat
- UPT LAB
- : 8 user
- : 6162
- : 30056
- : 269806
- : 207248
- : 149900
- : 106132
- : 60162
- : 38199
- : 31034
- : 29713
- : 18607
- : 16525
- : 13789
SEP
20
2011
Rapat Pokja
SEP
19
2011
Layanan One Stop Center (OSC)
AGS
25
2011
Ceramah Ramadhan
AGS
22
2011
Ceramah Ramadhan
-
07.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pekerjaan Pengadaan Makan Petugas Program Sebaru
-
06.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pekerjaan Pengadaan Makan Residen Program Sebaru
-
04.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pengadaan Makan Residen Program Tambling.
-
05.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pekerjaan Pengadaan Makan Petugas Program Tambling