Kisah Narkoba
Deputi PencegahanAnna Maria - Ternyata Dia Bisa Juga Terpeleset
Kebanyakan orang berpikir bahwa narkoba hanya menimpa orang yang bermasalah, entah broken home, ribut dengan pasangan, pengangguran, dan lain-lain. Pokoknya narkoba itu identik dengan masalah. Tetapi asumsi itu ternyata tidak sepenuhnya benar. Ternyata orang yang hidupnya bahagia dan sukses pun bisa terkena narkoba. Roy Marten contohnya. Artis senior yang terkenal pada era tahun 70-an ini pada bulan Februari 2006 tertangkap basah sedang nyabu (memakai obat jenis shabu).
Kita mungkin bertanya-tanya mengapa seorang Roy Marten bisa dan mau menggunakan narkoba. Untuk apa Roy menggunakan narkoba? Padahal kurang bahagia apa seorang Roy Marten? Harta berlimpah, keluarga harmonis, memiliki istri yang cantik, ketenarannya belum pudar di usia tua, juga ketampanannya. Singkat kata Roy sudah memiliki semua kenikmatan dunia. Karenanya, pada Rubrik Kisah Nyata kali ini SADAR menampilkan sosok Roy Marten dari sisi pasangan hidupnya, Anna Maria - agar menjadi pelajaran berharga bagi kita semua bahwa narkoba bisa mengenai siapa saja, dari anak-anak sampai orang tua, laki-laki dan wanita, yang bahagia maupun yang bermasalah, orang awam ataupun selebriti terkenal.
Bagaimana kisah seorang Roy menurut penuturan istri tercintanya? Apa sebenarnya yang menjadi penyebab Roy memakai narkoba? Berikut penuturan Anna Maria yang ditemui oleh SADAR di kediamannya, Jalan Meriam G 109, Kalimalang - Jakarta Timur. Wanita yang tetap terlihat cantik walaupun sudah berumur 40-an ini, mengenakan celana jeans berwarna biru muda yang dipadukan dengan kaos putih polos. Dengan ramah ia menyambut kedatangan SADAR dan bersedia berbagi kisah suami terkasihnya, Roy Marten.
Roy Marten di Mata Anna Maria
Terlepas dari permasalahan yang dihadapi oleh Roy, Anna Maria mencoba tetap tegar dan terus mendampingi sang suami dalam setiap proses persidangan. Walaupun sebenarnya, ujian ini bagai siang bolong bagi dia dan anaknya. Bagaimana tidak. Di saat kebahagiaan, kedamaian, keceriaan, dan kesuksesan yang tengah dirasakannya sekeluarga, tiba-tiba orang yang menjadi pemimpin pemberi nafkah, penuntun keluarga harus diambil dari mereka dan disekap di penjara akibat tersangkut masalah narkoba.
Maka kebahagiaan, keceriaan, dan kedamaian, seketika berubah menjadi kesengsaraan dan penderitaan. Wajahnya tersenyum, tetapi kesedihan yang begitu dalam tampaknya coba disimpan jauh di lubuk hatinya. Dengan didahului helaan nafas, mulailah Anna menuturkan kisahnya. "Mas Roy itu orang yang menyenangkan. Dia selalu ingin membahagiakan keluarga. Sebetulnya dia itu banyak banget sisi positifnya. Dia itu murah hati. Saya senang karena dia itu selalu tersentuh kalau ada orang-orang yang kesulitan, teraniaya. Hatinya lembut. Dia juga romantis dan selalu menyenangkan saya. Humoris dan bisa jadi temen buat anak-anak, bisa jadi ayah, guru, komplit sebetulnya. Makanya saya juga agak syok. Ternyata di balik semua kelebihannya itu dia bisa tergelincir ke sini (narkoba, Red.). Agak-agak di luar dugaan saya memang." tutur Anna.
Nakal Sedari Kecil
Roy Marten nakal. Ini diucapkan sendiri oleh Anna. Tetapi menurut wanita berkulit putih bersih ini, nakalnya adalah nakal biasa, yakni nakal laki-laki pada umumnya. Yang perlu ditekankan adalah kenakalan Roy Marten tidak pernah tergolong kriminal. "Mas Roy itu bukan seorang bajingan, dia laki-laki yang gentle," jelas Anna. Menurutnya, kenakalan aktor yang membintangi film Cintaku di Kampus Biru ini sudah dari kecil. Kebut-kebutan di jalan, sering bolos sekolah, tidak naik kelas, dan senang kalau dikeluarkan oleh gurunya dari kelas, adalah sebagian kecil kenakalan seorang. Ulah Roy, menurut Anna diakibatkan karena dia sering diolok-olok sebagai seorang anak keturunan Belanda. Anak-anak remaja keturunan atau indo pada masa itu memang sering diolok-olok, jadi gak diterima di mana-mana. Dia sebagai seorang keturunan Belanda yang hidup di Indonesia, tapi dianggap sebagai orang pribumi juga bukan. Nah itu yang membuat dia sering diolok-olok. Kebetulan dia orangnya agak sedikit emosional, jadi dia tidak suka diperlakukan tidak adil. Makanya, dia jadi nakal." papar wanita yang dipersunting oleh Roy pada tahun 1985 ini.
Tetapi menurut Anna Maria, kenakalan Roy justru berkurang sejak menikah dengannya. Hal ini disebabkan karena pada saat itu aktivitas Roy di dunia film sedang berkurang akibat kondisi perfilman tanah air yang sedang mati suri dan kesibukan Roy berbisnis. Kondisi ini terjadi pada awal usia pernikahan mereka. Pada saat itu Anna Maria masih menekuni dunia modeling. Bahkan ketika Anna ingin pergi ke tempat disko, Roy malah menyuruh adiknya, Chris Salam untuk menemani istrinya tersebut. Sedangkan Roy lebih memilih tinggal di rumah dengan alasan malu pergi ke tempat disko karena sudah tua. Padahal waktu itu umur Roy baru sekitar 30-an. Selain nakal, tambah Anna, Roy juga seorang yang kurang taat kepada agama. Roy memang orang yang senang bergaul dan memiliki banyak teman.
Penyebab Terkena Narkoba
Henry Yosodiningrat yang juga bersahabat dengan Roy Marten mengatakan bahwa pemeran utama film Roda-roda Gila itu memang mengaku pernah memakai narkoba 15 tahun yang lalu, tetapi sudah lama ditinggalkannya. Ketua Granat (Gerakan Negara Anti Narkoba) itu pun dibuat kaget ketika Roy tertangkap karena kasus narkoba beberapa waktu yang lalu. Menurut Anna Maria, kemungkinan Roy kembali menggunakan narkoba adalah karena pergaulannya. Pada saat awal pernikahan, Roy bersih dari narkoba karena dia berhenti dari dunia keartisan yang membuatnya lebih sering di rumah dan jarang bergaul. Namun belakangan, ketika dunia sinetron mulai muncul, maka lambat laun Roy pun terjun ke dunia hiburan tersebut dan mungkin ini yang menyebabkan Roy kembali bergaul dengan teman-teman mainnya.
"Mungkin dia ketemu kawan yang salah, karena di dunia ini kan memang rawan sekali ya. Mungkin juga berangkat dari kenakalan Mas Roy. Tapi memang dia bilang, dia agak sedikit sombong waktu itu. Karena dia waktu itu pernah nyoba ngerokok dia bisa berhenti, minum juga bisa berhenti, apa saja dia bisa kendalikan. Semua yang buruk dia bisa berhenti secara tiba-tiba. Jadi dia berpikir, dia memakai shabu pun dia bisa berhenti kapanpun dia mau. Tapi ternyata gak semudah itu. Maka ketika ada seseorang yang menawarkan, masa seorang Roy Marten tidak berani mencoba sih, mungkin seperti itu pikiran dia. Sepertinya ada tantangan dari seseorang kepada Mas Roy untuk mencoba itu. Karena ternyata banyak sekali korban shabu adalah orang yang baik-baik, malah orang rumahan. Mungkin saya agak-agak lengahnya ya di situ, ternyata shabu banyak mengena di kalangan seperti itu. Karena orang-orang seperti orang rumahan saja bisa kena, apalagi Mas Roy yang banyak bergaul. Nah di situ saya kurang waspada." ungkap wanita yang telah memberikan dua anak bagi Roy Marten ini.
Kondisi ini diperparah dengan jarangnya Roy pulang ke rumah akibat jadwal syuting yang padat dan acara-acara gaulnya. "Mas Roy memang mengaku selalu memakai barang tersebut di luar rumah, karena takut sama saya. Dan pulang ke rumah ketika efek dari obat tersebut sudah hilang. Kondisi seperti ini yang membuat saya tidak mengetahui kalau suami saya telah memakai shabu. "Anna Maria menambahkan. Intensitas memakai shabu pria yang bernama asli Roy Wicaksono ini, menurut Anna sepertinya bisa dikontrol. "Karena kalau liburan seminggu sama saya, dia nggak pakai nggak apa-apa tub. Dia butuh itu kalau mobilitasnya lagi tinggi, syuting kejar tayang. Kalau tidak beraktifitas, dia tidak pakai. Dia cukup bisa menguasai rasa candu kalau di depan saya, mungkin saking takutnya dengan saya." Anna menjelaskan lagi.
Kecolongan
Menghadapi kenyataan sang suami yang dipenjara akibat mengkonsumsi narkoba, membuat diri Anna Maria syok berat. la merasa kecolongan. "Ya, saya merasa kecolongan karena selama ini Mas Roy kan banyak baca buku, wawasannya juga cukup luas. Dan dia juga banyak baca buku yang sebetulnya mengasah kebijaksanaan. Tapi setelah tahu prakteknya begini saya juga sempat mempertanyakan ke Mas Roy, kamu ini gimana? Kita hidup ini bukan sekedar teori tapi yang penting itu adalah praktek," tutur Anna.
Sebetulnya Roy dan Anna sudah sering membicarakan tentang masalah bersenang-senang dalam keluarga mereka. "Kita selalu membahas bahwa kita boleh bersenang-senang, tapi tidak boleh bersenang-senang yang melebihi batas. Kalau senang kita bisa sendiri, tapi kalau susah kan semua orang akan susah. Karena kita ini kan keluarga, keluarga ini kan satu tubuh. Mas Roy sebetulnya selama ini bisa megang itu. Tapi ya, ternyata dia bisa juga terpeleset." ujar ibu kandung dari Merrari dan Gibran Marten ini.
Hikmah yang Bisa Dipetik
Lebih waspada dan selalu berserah kepada Tuhan. Itulah kata-kata pertama yang meluncur dari mulut Anna Maria ketika ditanya tentang hikmah yang bisa dipetik dari permasalahan yang menimpa keluarganya ini. "Saya selalu memberikan kepercayaan penuh ke Mas Roy. Mungkin saya harus lebih berserah dan banyak berdoa kepada Tuhan, karena saya gak mungkin memonitor terus Mas Roy. Di luar sana saya tidak tahu apa yang dia lakukan. Jadi sekarang ini saya lebih banyak berdoa." ujarnya mantap.
Saat ini yang bisa dilakukan Anna Maria hanya menagih janji Roy Marten. Menurut Anna, pria yang lahir pada tanggal 1 Maret 1952 ini berjanji akan fokus ke keluarga setelah dia keluar dari penjara. "Karena dia selama ini hidup lebih banyak ke teman. Jadi dia bilang akan berubah sikap. Kalau habis syuting dia akan pulang ke rumah, gak akan kemana-mana lagi. Ya saya akan nagih janjinya aja, saya tidak akan menanyakan gimana-gimana karena Mas Roy tidak suka dengan wanita yang terlalu cerewet." papar Anna.
Akibat kejadian pahit tersebut, Anna berniat akan terjun langsung ke dunia sosial guna menangani kasus narkoba setelah sang suami keluar dari penjara dan setelah keluarganya kembali mapan dan stabil. "Kita perangi narkoba dengan cara yang benar. Harus di rehab bukan di penjara. Kasihan kan pemakai dipenjara. Dia kan sakit, dan bukan penjahat. Kalau dia masih remaja dan kecanduannya masih gede, dipenjara nanti malah direkrut oleh bandar-bandar besar. Jadi bukannya berhenti, malah dia tambah jago di dalam. Keluar penjara dia malah jadi bandar dan bisa menjaring kelompok yang lebih banyak, Mas Roy lihat yang seperti itu." ungkap Anna Maria polos.
Di akhir perbincangan, tidak lupa Anna Maria berpesan kepada pembaca SADAR agar menjauhi narkoba, lebih waspada dan bereaksi cepat apabila ada anggota keluarga yang terkena narkoba. Melihat kejadian yang menimpa Roy Marten, nampaknya kita perlu mengingat bunyi pasal 46 UU tentang narkotika yang menyatakan: orangtua/wali pecandu narkotika yang belum cukup umur wajib melaporkan diri/dilaporkan oleh keluarganya kepada pejabat yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan atau perawatan.
Jadi, kalau pecandu diam saja, dan ternyata ditangkap polisi lengkap dengan barang bukti dan saksi-saksi, tentu resikonya harus ke pengadilan dan akibatnya masuk ke jeruji besi. (Adi KSG IV)
Kita mungkin bertanya-tanya mengapa seorang Roy Marten bisa dan mau menggunakan narkoba. Untuk apa Roy menggunakan narkoba? Padahal kurang bahagia apa seorang Roy Marten? Harta berlimpah, keluarga harmonis, memiliki istri yang cantik, ketenarannya belum pudar di usia tua, juga ketampanannya. Singkat kata Roy sudah memiliki semua kenikmatan dunia. Karenanya, pada Rubrik Kisah Nyata kali ini SADAR menampilkan sosok Roy Marten dari sisi pasangan hidupnya, Anna Maria - agar menjadi pelajaran berharga bagi kita semua bahwa narkoba bisa mengenai siapa saja, dari anak-anak sampai orang tua, laki-laki dan wanita, yang bahagia maupun yang bermasalah, orang awam ataupun selebriti terkenal.
Bagaimana kisah seorang Roy menurut penuturan istri tercintanya? Apa sebenarnya yang menjadi penyebab Roy memakai narkoba? Berikut penuturan Anna Maria yang ditemui oleh SADAR di kediamannya, Jalan Meriam G 109, Kalimalang - Jakarta Timur. Wanita yang tetap terlihat cantik walaupun sudah berumur 40-an ini, mengenakan celana jeans berwarna biru muda yang dipadukan dengan kaos putih polos. Dengan ramah ia menyambut kedatangan SADAR dan bersedia berbagi kisah suami terkasihnya, Roy Marten.
Roy Marten di Mata Anna Maria
Terlepas dari permasalahan yang dihadapi oleh Roy, Anna Maria mencoba tetap tegar dan terus mendampingi sang suami dalam setiap proses persidangan. Walaupun sebenarnya, ujian ini bagai siang bolong bagi dia dan anaknya. Bagaimana tidak. Di saat kebahagiaan, kedamaian, keceriaan, dan kesuksesan yang tengah dirasakannya sekeluarga, tiba-tiba orang yang menjadi pemimpin pemberi nafkah, penuntun keluarga harus diambil dari mereka dan disekap di penjara akibat tersangkut masalah narkoba.
Maka kebahagiaan, keceriaan, dan kedamaian, seketika berubah menjadi kesengsaraan dan penderitaan. Wajahnya tersenyum, tetapi kesedihan yang begitu dalam tampaknya coba disimpan jauh di lubuk hatinya. Dengan didahului helaan nafas, mulailah Anna menuturkan kisahnya. "Mas Roy itu orang yang menyenangkan. Dia selalu ingin membahagiakan keluarga. Sebetulnya dia itu banyak banget sisi positifnya. Dia itu murah hati. Saya senang karena dia itu selalu tersentuh kalau ada orang-orang yang kesulitan, teraniaya. Hatinya lembut. Dia juga romantis dan selalu menyenangkan saya. Humoris dan bisa jadi temen buat anak-anak, bisa jadi ayah, guru, komplit sebetulnya. Makanya saya juga agak syok. Ternyata di balik semua kelebihannya itu dia bisa tergelincir ke sini (narkoba, Red.). Agak-agak di luar dugaan saya memang." tutur Anna.
Nakal Sedari Kecil
Roy Marten nakal. Ini diucapkan sendiri oleh Anna. Tetapi menurut wanita berkulit putih bersih ini, nakalnya adalah nakal biasa, yakni nakal laki-laki pada umumnya. Yang perlu ditekankan adalah kenakalan Roy Marten tidak pernah tergolong kriminal. "Mas Roy itu bukan seorang bajingan, dia laki-laki yang gentle," jelas Anna. Menurutnya, kenakalan aktor yang membintangi film Cintaku di Kampus Biru ini sudah dari kecil. Kebut-kebutan di jalan, sering bolos sekolah, tidak naik kelas, dan senang kalau dikeluarkan oleh gurunya dari kelas, adalah sebagian kecil kenakalan seorang. Ulah Roy, menurut Anna diakibatkan karena dia sering diolok-olok sebagai seorang anak keturunan Belanda. Anak-anak remaja keturunan atau indo pada masa itu memang sering diolok-olok, jadi gak diterima di mana-mana. Dia sebagai seorang keturunan Belanda yang hidup di Indonesia, tapi dianggap sebagai orang pribumi juga bukan. Nah itu yang membuat dia sering diolok-olok. Kebetulan dia orangnya agak sedikit emosional, jadi dia tidak suka diperlakukan tidak adil. Makanya, dia jadi nakal." papar wanita yang dipersunting oleh Roy pada tahun 1985 ini.
Tetapi menurut Anna Maria, kenakalan Roy justru berkurang sejak menikah dengannya. Hal ini disebabkan karena pada saat itu aktivitas Roy di dunia film sedang berkurang akibat kondisi perfilman tanah air yang sedang mati suri dan kesibukan Roy berbisnis. Kondisi ini terjadi pada awal usia pernikahan mereka. Pada saat itu Anna Maria masih menekuni dunia modeling. Bahkan ketika Anna ingin pergi ke tempat disko, Roy malah menyuruh adiknya, Chris Salam untuk menemani istrinya tersebut. Sedangkan Roy lebih memilih tinggal di rumah dengan alasan malu pergi ke tempat disko karena sudah tua. Padahal waktu itu umur Roy baru sekitar 30-an. Selain nakal, tambah Anna, Roy juga seorang yang kurang taat kepada agama. Roy memang orang yang senang bergaul dan memiliki banyak teman.
Penyebab Terkena Narkoba
Henry Yosodiningrat yang juga bersahabat dengan Roy Marten mengatakan bahwa pemeran utama film Roda-roda Gila itu memang mengaku pernah memakai narkoba 15 tahun yang lalu, tetapi sudah lama ditinggalkannya. Ketua Granat (Gerakan Negara Anti Narkoba) itu pun dibuat kaget ketika Roy tertangkap karena kasus narkoba beberapa waktu yang lalu. Menurut Anna Maria, kemungkinan Roy kembali menggunakan narkoba adalah karena pergaulannya. Pada saat awal pernikahan, Roy bersih dari narkoba karena dia berhenti dari dunia keartisan yang membuatnya lebih sering di rumah dan jarang bergaul. Namun belakangan, ketika dunia sinetron mulai muncul, maka lambat laun Roy pun terjun ke dunia hiburan tersebut dan mungkin ini yang menyebabkan Roy kembali bergaul dengan teman-teman mainnya.
"Mungkin dia ketemu kawan yang salah, karena di dunia ini kan memang rawan sekali ya. Mungkin juga berangkat dari kenakalan Mas Roy. Tapi memang dia bilang, dia agak sedikit sombong waktu itu. Karena dia waktu itu pernah nyoba ngerokok dia bisa berhenti, minum juga bisa berhenti, apa saja dia bisa kendalikan. Semua yang buruk dia bisa berhenti secara tiba-tiba. Jadi dia berpikir, dia memakai shabu pun dia bisa berhenti kapanpun dia mau. Tapi ternyata gak semudah itu. Maka ketika ada seseorang yang menawarkan, masa seorang Roy Marten tidak berani mencoba sih, mungkin seperti itu pikiran dia. Sepertinya ada tantangan dari seseorang kepada Mas Roy untuk mencoba itu. Karena ternyata banyak sekali korban shabu adalah orang yang baik-baik, malah orang rumahan. Mungkin saya agak-agak lengahnya ya di situ, ternyata shabu banyak mengena di kalangan seperti itu. Karena orang-orang seperti orang rumahan saja bisa kena, apalagi Mas Roy yang banyak bergaul. Nah di situ saya kurang waspada." ungkap wanita yang telah memberikan dua anak bagi Roy Marten ini.
Kondisi ini diperparah dengan jarangnya Roy pulang ke rumah akibat jadwal syuting yang padat dan acara-acara gaulnya. "Mas Roy memang mengaku selalu memakai barang tersebut di luar rumah, karena takut sama saya. Dan pulang ke rumah ketika efek dari obat tersebut sudah hilang. Kondisi seperti ini yang membuat saya tidak mengetahui kalau suami saya telah memakai shabu. "Anna Maria menambahkan. Intensitas memakai shabu pria yang bernama asli Roy Wicaksono ini, menurut Anna sepertinya bisa dikontrol. "Karena kalau liburan seminggu sama saya, dia nggak pakai nggak apa-apa tub. Dia butuh itu kalau mobilitasnya lagi tinggi, syuting kejar tayang. Kalau tidak beraktifitas, dia tidak pakai. Dia cukup bisa menguasai rasa candu kalau di depan saya, mungkin saking takutnya dengan saya." Anna menjelaskan lagi.
Kecolongan
Menghadapi kenyataan sang suami yang dipenjara akibat mengkonsumsi narkoba, membuat diri Anna Maria syok berat. la merasa kecolongan. "Ya, saya merasa kecolongan karena selama ini Mas Roy kan banyak baca buku, wawasannya juga cukup luas. Dan dia juga banyak baca buku yang sebetulnya mengasah kebijaksanaan. Tapi setelah tahu prakteknya begini saya juga sempat mempertanyakan ke Mas Roy, kamu ini gimana? Kita hidup ini bukan sekedar teori tapi yang penting itu adalah praktek," tutur Anna.
Sebetulnya Roy dan Anna sudah sering membicarakan tentang masalah bersenang-senang dalam keluarga mereka. "Kita selalu membahas bahwa kita boleh bersenang-senang, tapi tidak boleh bersenang-senang yang melebihi batas. Kalau senang kita bisa sendiri, tapi kalau susah kan semua orang akan susah. Karena kita ini kan keluarga, keluarga ini kan satu tubuh. Mas Roy sebetulnya selama ini bisa megang itu. Tapi ya, ternyata dia bisa juga terpeleset." ujar ibu kandung dari Merrari dan Gibran Marten ini.
Hikmah yang Bisa Dipetik
Lebih waspada dan selalu berserah kepada Tuhan. Itulah kata-kata pertama yang meluncur dari mulut Anna Maria ketika ditanya tentang hikmah yang bisa dipetik dari permasalahan yang menimpa keluarganya ini. "Saya selalu memberikan kepercayaan penuh ke Mas Roy. Mungkin saya harus lebih berserah dan banyak berdoa kepada Tuhan, karena saya gak mungkin memonitor terus Mas Roy. Di luar sana saya tidak tahu apa yang dia lakukan. Jadi sekarang ini saya lebih banyak berdoa." ujarnya mantap.
Saat ini yang bisa dilakukan Anna Maria hanya menagih janji Roy Marten. Menurut Anna, pria yang lahir pada tanggal 1 Maret 1952 ini berjanji akan fokus ke keluarga setelah dia keluar dari penjara. "Karena dia selama ini hidup lebih banyak ke teman. Jadi dia bilang akan berubah sikap. Kalau habis syuting dia akan pulang ke rumah, gak akan kemana-mana lagi. Ya saya akan nagih janjinya aja, saya tidak akan menanyakan gimana-gimana karena Mas Roy tidak suka dengan wanita yang terlalu cerewet." papar Anna.
Akibat kejadian pahit tersebut, Anna berniat akan terjun langsung ke dunia sosial guna menangani kasus narkoba setelah sang suami keluar dari penjara dan setelah keluarganya kembali mapan dan stabil. "Kita perangi narkoba dengan cara yang benar. Harus di rehab bukan di penjara. Kasihan kan pemakai dipenjara. Dia kan sakit, dan bukan penjahat. Kalau dia masih remaja dan kecanduannya masih gede, dipenjara nanti malah direkrut oleh bandar-bandar besar. Jadi bukannya berhenti, malah dia tambah jago di dalam. Keluar penjara dia malah jadi bandar dan bisa menjaring kelompok yang lebih banyak, Mas Roy lihat yang seperti itu." ungkap Anna Maria polos.
Di akhir perbincangan, tidak lupa Anna Maria berpesan kepada pembaca SADAR agar menjauhi narkoba, lebih waspada dan bereaksi cepat apabila ada anggota keluarga yang terkena narkoba. Melihat kejadian yang menimpa Roy Marten, nampaknya kita perlu mengingat bunyi pasal 46 UU tentang narkotika yang menyatakan: orangtua/wali pecandu narkotika yang belum cukup umur wajib melaporkan diri/dilaporkan oleh keluarganya kepada pejabat yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan atau perawatan.
Jadi, kalau pecandu diam saja, dan ternyata ditangkap polisi lengkap dengan barang bukti dan saksi-saksi, tentu resikonya harus ke pengadilan dan akibatnya masuk ke jeruji besi. (Adi KSG IV)
icon callcenter
call center 021-80880011
sms center 081-221-675-675
- Online
- Unique Visitor
- Download file
- Per Unit Kerja
- Sekertaris Utama
- Inspektur Utama
- Deputi Pemberantasan
- Deputi Pencegahan
- Deputi Rehabilitasi
- Deputi Pem. Masyarakat
- Deputi Hukum&Kerjasama
- Puslitdatin
- UPT T&R LIDO
- UPT Diklat
- UPT LAB
- : 6 user
- : 6160
- : 30054
- : 269804
- : 207246
- : 149898
- : 106130
- : 60160
- : 38197
- : 31032
- : 29711
- : 18605
- : 16523
- : 13787
SEP
20
2011
Rapat Pokja
SEP
19
2011
Layanan One Stop Center (OSC)
AGS
25
2011
Ceramah Ramadhan
AGS
22
2011
Ceramah Ramadhan
-
07.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pekerjaan Pengadaan Makan Petugas Program Sebaru
-
06.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pekerjaan Pengadaan Makan Residen Program Sebaru
-
04.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pengadaan Makan Residen Program Tambling.
-
05.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pekerjaan Pengadaan Makan Petugas Program Tambling