Artikel
Deputi RehabilitasiDasar Teori Cognitive Behavioral Therapy
Setiap model dan metoda intervensi, apapun pendekatannya, memerlukan dasar teori yang sudah terbukti (evidance based) dan teruji secara klinis. CBT menggunakan dua teori, yaitu teori terapi kognitif dan teori terapi perilaku yang telah ada dalam dunia terapi selama ini.
Namun dalam praktiknya, CBT menggunakan sekitar 80% terapi kognitif, khususnya bagi pasien remaja dan dewasa untuk menghemat waktu dan mengejar efektifitas terapi.
Terapi Kognitif, bertujuan untuk membangun pikiran dan tindakan yang lebih rasional, dengan mengidentifikasi keyakinan-keyakinan inti dan asumsi-asumsi yang tidak rasional yang menjadi kebiasaan dan kemudian bekerja ke arah mengkoreksinya. Sedangkan muatan terapi perilaku, lebih menekankan teori pembelajaran sosial berupa modeling dan conditioning sebagaimana pasien belajar menggunakan narkoba.
Didasari atas kedua terapi di atas, CBT dikembangkan sesuai dengan kondisi dan latar belakang pasien, lingkungan hidupnya, dan budaya lingkungannya. Semakin luas pengetahuan terapis, maka akan sangat efektif bagi terapis dalam mengaplikasikan CBT terhadap pasien. Jadi CBT didasari atas meta-analisa, maka dari itu efektifitasnya sangat tinggi yang akibatnya memiliki efisiensi atau waktu perawatan yang relatif singkat dibanding dengan cara pendekatan tradisional.
Sumber : Buku Terapi Rehabiltasi Komprehensif Bagi Pecandu Narkoba Dilihat Dari Sisi Psikososial (Diterbitkan oleh : Pusat Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, 2008)
Namun dalam praktiknya, CBT menggunakan sekitar 80% terapi kognitif, khususnya bagi pasien remaja dan dewasa untuk menghemat waktu dan mengejar efektifitas terapi.
Terapi Kognitif, bertujuan untuk membangun pikiran dan tindakan yang lebih rasional, dengan mengidentifikasi keyakinan-keyakinan inti dan asumsi-asumsi yang tidak rasional yang menjadi kebiasaan dan kemudian bekerja ke arah mengkoreksinya. Sedangkan muatan terapi perilaku, lebih menekankan teori pembelajaran sosial berupa modeling dan conditioning sebagaimana pasien belajar menggunakan narkoba.
Didasari atas kedua terapi di atas, CBT dikembangkan sesuai dengan kondisi dan latar belakang pasien, lingkungan hidupnya, dan budaya lingkungannya. Semakin luas pengetahuan terapis, maka akan sangat efektif bagi terapis dalam mengaplikasikan CBT terhadap pasien. Jadi CBT didasari atas meta-analisa, maka dari itu efektifitasnya sangat tinggi yang akibatnya memiliki efisiensi atau waktu perawatan yang relatif singkat dibanding dengan cara pendekatan tradisional.
Sumber : Buku Terapi Rehabiltasi Komprehensif Bagi Pecandu Narkoba Dilihat Dari Sisi Psikososial (Diterbitkan oleh : Pusat Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, 2008)
icon callcenter
call center 021-80880011
sms center 081-221-675-675
- Online
- Unique Visitor
- Download file
- Per Unit Kerja
- Sekertaris Utama
- Inspektur Utama
- Deputi Pemberantasan
- Deputi Pencegahan
- Deputi Rehabilitasi
- Deputi Pem. Masyarakat
- Deputi Hukum&Kerjasama
- Puslitdatin
- UPT T&R LIDO
- UPT Diklat
- UPT LAB
- : 7 user
- : 6161
- : 30055
- : 269805
- : 207247
- : 149899
- : 106131
- : 60161
- : 38198
- : 31033
- : 29712
- : 18606
- : 16524
- : 13788
SEP
20
2011
Rapat Pokja
SEP
19
2011
Layanan One Stop Center (OSC)
AGS
25
2011
Ceramah Ramadhan
AGS
22
2011
Ceramah Ramadhan
-
07.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pekerjaan Pengadaan Makan Petugas Program Sebaru
-
06.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pekerjaan Pengadaan Makan Residen Program Sebaru
-
04.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pengadaan Makan Residen Program Tambling.
-
05.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pekerjaan Pengadaan Makan Petugas Program Tambling