Artikel
Deputi RehabilitasiEfektifitas Terapi Keluarga dan Hambatan dalam Implementasinya
Walau efektifitas dari terapi keluarga merupakan komponen penting dalam proses pemulihan klien, integrasi terapi keluarga memiliki tantangan sebagai berikut :
Pertama, terapi keluarga lebih kompleks daripada pendekatan non-keluarga karena lebih banyak orang yang terlibat. Kedua, perlu keterampilan dan pelatihan khusus untuk terapi keluarga yang berbeda dari terapi penyalahgunaan narkoba lainnya. Ketiga, terapi keluarga selama ini sudah terbukti keberhasilannya, namun demikian untuk diintegrasikan di dalam terapi penyalahgunaan narkoba masih ada beberapa tantangan yang perlu dipertimbangkan, antara lain :
- Terapi keluarga lebih kompleks dari pendekatan individual karena lebih banyak individu yang terlibat
- Terapi keluarga membutuhkan pelatihan dan keterampilan khusus selain keterampilan yang disyaratkan di dalam program terapi penyalahgunaan narkoba.
- Informasi mengenai efektifitas terapi pada kelompok minoritas (kelompok wanita, kelompok klien yang mengalami gangguan psikiatri yang serius) sangat terbatas (Farrell dan FDals-Stewart 1999)
Berdasarkan pengalaman para ahli yang sudah menerapkan terapi keluarga, pendekatan keluarga dapat dipertimbangkan untuk digunakan dalam program treatment penyalahgunaan narkoba. Termasuk juga memberikan pendidikan mengenai adiksi yang disesuaikan dengan tahapan usia bagi anggota keluarga klien.
Sumber : Buku Terapi Rehabiltasi Komprehensif Bagi Pecandu Narkoba Dilihat Dari Sisi Psikososial (Diterbitkan oleh : Pusat Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, 2008)
Pertama, terapi keluarga lebih kompleks daripada pendekatan non-keluarga karena lebih banyak orang yang terlibat. Kedua, perlu keterampilan dan pelatihan khusus untuk terapi keluarga yang berbeda dari terapi penyalahgunaan narkoba lainnya. Ketiga, terapi keluarga selama ini sudah terbukti keberhasilannya, namun demikian untuk diintegrasikan di dalam terapi penyalahgunaan narkoba masih ada beberapa tantangan yang perlu dipertimbangkan, antara lain :
- Terapi keluarga lebih kompleks dari pendekatan individual karena lebih banyak individu yang terlibat
- Terapi keluarga membutuhkan pelatihan dan keterampilan khusus selain keterampilan yang disyaratkan di dalam program terapi penyalahgunaan narkoba.
- Informasi mengenai efektifitas terapi pada kelompok minoritas (kelompok wanita, kelompok klien yang mengalami gangguan psikiatri yang serius) sangat terbatas (Farrell dan FDals-Stewart 1999)
Berdasarkan pengalaman para ahli yang sudah menerapkan terapi keluarga, pendekatan keluarga dapat dipertimbangkan untuk digunakan dalam program treatment penyalahgunaan narkoba. Termasuk juga memberikan pendidikan mengenai adiksi yang disesuaikan dengan tahapan usia bagi anggota keluarga klien.
Sumber : Buku Terapi Rehabiltasi Komprehensif Bagi Pecandu Narkoba Dilihat Dari Sisi Psikososial (Diterbitkan oleh : Pusat Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, 2008)
icon callcenter
call center 021-80880011
sms center 081-221-675-675
- Online
- Unique Visitor
- Download file
- Per Unit Kerja
- Sekertaris Utama
- Inspektur Utama
- Deputi Pemberantasan
- Deputi Pencegahan
- Deputi Rehabilitasi
- Deputi Pem. Masyarakat
- Deputi Hukum&Kerjasama
- Puslitdatin
- UPT T&R LIDO
- UPT Diklat
- UPT LAB
- : 8 user
- : 6162
- : 30056
- : 269806
- : 207248
- : 149900
- : 106132
- : 60162
- : 38199
- : 31034
- : 29713
- : 18607
- : 16525
- : 13789
SEP
20
2011
Rapat Pokja
SEP
19
2011
Layanan One Stop Center (OSC)
AGS
25
2011
Ceramah Ramadhan
AGS
22
2011
Ceramah Ramadhan
-
07.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pekerjaan Pengadaan Makan Petugas Program Sebaru
-
06.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pekerjaan Pengadaan Makan Residen Program Sebaru
-
04.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pengadaan Makan Residen Program Tambling.
-
05.b/V/2012/PENG-ULP/REHAB/BNN: Pelelangan Ulang Pekerjaan Pengadaan Makan Petugas Program Tambling