REHABILITASI, TlDAK SESERAM YANG KITA BAYANGKAN



REHABILITASI berarti memulihkan, mengembalikan pada keadaan sebelumnya. Bagi mereka yang tergantung pada narkoba, rehabilitasi merupakan hal yang seharusnya dijalani untuk proses pemulihan total [total recovery) dalam upaya agar tidak mengalami ketergantungan lagi. Jadi rehabilitasi bisa disebut sebagai tempat untuk mulai membebaskan din'' dari ketergantungan narkoba [drug free) sebagai modal awal untuk bisa bertahan dan bebas dari pengaruh keterkaitan pada keberadaan narkoba sebagai zat yang mempunyai ketentuan hukum [crime free). Untuk selanjutnya dapat hidup produktif [productivity) dengan pola hidup sehat [healthy life) di masyarakat setelah menjalani rehabilitasi.

Rehabilitasi khusus korban penyalahgunaan narkoba diawali dengan kegiatan terapi dan rehabilitasi medik yang bertujuan memulihkan kesehatan fisik dan psikis/mental akibat dampak buruk penyalahgunaan narkoba. Dilanjutkan dengan kegiatan rehabilitasi sosial yang bertujuan merubah perilaku, proses berpikir? dan emosi pecandu menjadi bebas dari ketergantungannya pada narkoba.



Terapi dan Rehabilitasi Medik



Dalam aplikasinya proses terapi dan rehabilitasi medik meliputi dua tahapan, yaitu:



1. Detoksifikasi

Proses menghilangkan racun sisa narkoba dari tubuh, yang sebisa mungkin menggunakan detoksifikasi alami untuk membantu seseorang bersih dari racun narkoba. Dengan cara ini, diharapkan tidak ada efek samping yang merusak tubuh.



2. Rehabilitasi Medik

Setelah terbebas dari pengaruh racun narkoba", korban diperiksa untuk mengetahui apakah ada gangguan fisik dan mentalnya. Kalau ada kesehatan dan mental masih dalam batas normal, maka korban akan menjalani kegiatan program rehabilitasi sosial. Sedangkan kalau kesehatannya masih terganggu maka korban harus menjalani terapi dan rehabilitasi medik, tentunya dengan obat-obatan dan tindakan medis psikiatris.



Rehabilitasi Sosial



Untuk memulihkan perilaku dan interaksi sosial bekas pecandu narkoba ke tengah masyarakat, dapat ditempuh beberapa cara :



1. Ketrampilan dan latihan kerja

Mantan korban narkoba harus disibukkan untuk menghindari waktu luang yang berlebihan. Misalnya keterampilan bengkel, pekerjaan seni, sablon, dan pendidikan kognitif [bahasa, komputer, dsb]. Sehingga mereka memiliki keterampilan dan modal agar bisa bekerja dan mencukupi kebutuhan hidupnya.



2. Pembinaan agama

Telah banyak institusi keagamaan, yayasan, pondok-pondok pesantren yang menampung korban narkoba, dengan kebiasaan atau metodenya sendiri-sendiri yang mampu menyembuhkan. Kekuatan iman diyakini mampu membantu para mantan pecandu untuk berani menyandarkan diri pada Tuhan.



3. AlkohoJ/narkotik anonymous

Cara ini tergolong pengobatan tanpa obat, karena para pecandu yang ingin sembuh dari kecanduannya membentuk kelompok dan mengadakan pertemuan rutin. Mereka berdiskusi dan saling tukar menukar pengalaman untuk memecahkan persoalan-persoalan, sehingga mereka sembuh dengan sendirinya tanpa obat.



4. Konseling

Faktor penting berikutnya adalah konseling yang teratur, dengan mendengarkan semua keluhan korban narkoba. Konseling akan membantu mereka untuk bebas dari narkoba sekaligus memperkuat motivasi mereka untuk sembuh.



5. Pertemuan orang tua

Peran orang tua bagi kesembuhan bekas pecandu menjadi salah satu hal terpenting. Kehadiran orang tua yang mendukung dan memberi semangat juga memotivasi sang anak untuk benar-benar sembuh, dengan mengadakan pertemuan orang tua secara rutin dan berkesinambungan.



6. Seminar-seminar kepribadian

Menjadi seorang pecandu adalah mimpi buruk bagi setiap orang. Kehilangan hidup normal, menjadi tidak waras dan kehilangan sebagian besar hidup mereka. Untuk menjadi waras, mereka harus belajar dan seminar seminar akan membantu setiap pecandu menemukan kepribadian aslinya.



7. Kehidupan dalam komunitas bersama

Hidup bersama adalah sebuah terapi unik yang penuh dengan kontrol dan keterbatasan. Dalam komunitas, setiap orang akan mendapat tugas dan tanggung jawab berbeda-beda. Komunitas juga penuh dengan aturan dan sanksi yang akan diberikan kepada mereka yang melakukan kesalahan dan melanggar kesepakatan bersama. Mereka akan dihargai, jika berhasil melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya; tetapi mereka juga akan mendapat sanksi, jika mereka membuat kesalahan.



Jadi jelas sekarang, bahwa rehabilitasi tidak seseram yang kita bayangkan selama ini. Lupakan tempat rehab yang kumuh, kotor, tak terawat. Sosok-sosok yang bergelimpangan di lantai atau disiksa lahir dan batin. Program aktivitas dan dukungan moral yang bersifat konstruktif memegang peranan utama untuk pemulihan total. (Sadar BNN Maret 2006 / Maulani KSG IV)