Keberadaan musisi Fariz Roestam Moenaf di Pengadilan negeri (PN) Jakarta Selatan dan Mohammad Gary Ishak pemain film di PN Jakarta Barat, semakin menambah panjang jumlah nama kalangan selebritis yang menjadi terdakwa kasus narkoba

Kenyataan ini memperkuat data bahwa semua (PN) di lima wilayah jakarta setiap hari persidangan tidak bakal absen dari perkara yang berakibat dapat merusak mental generasi muda. Boleh dikata kasus narkoba menjadi ''rajanya'' perkara di pengadilan. Jumlahnya menempati urutan palin atas dibanding perkara lainnya.

Di pengadilan Jakarta barat, Jalan S Parman Slipi, perkara narkoba mencapai sekitar 75 persen dari semua berkas yang dilimpahkan jaksa dalam beberapa tahun terakhir ini. setidaknya tiga terdakwa divonis mati. Sastra Wijaya dan Yuda alias Akang sebagai pembuat ekstasi dan shabu-shabu. Pembuatan barang haram dilakukan di Ruko Daan Mogot baru Jalan Bedugul Blok I/A No 15 Cengkareng.

Kemudian menyusul Tjan bak han alias murhan Chandra Cai alias Burhan Tahar sebagai bos Akang dan Sastra Wijaya. Sebelum divonis mati, Burhan Tahar kabur ke Batam berdagang ayam penyet, begitu dua anak buahnya ditangkap sampai divonis mati.

saat ini giliran Ho Thian Fat alias Frans Ho pembuat ekstasi di Perumahan Taman Palem Mutiara (PTPM) Cengkareng, nasibnya menunggu ketokan palu hakim. Pria warga Jalan Mangga XIII Blok M No. 328 Duri Kepa, Kebon Jeruk ini dituntut hukuman mati oleh Jaksa Andi Murdji.

JAKARTA UTARA
Terdakwa Surya W, bandar narkoba kelas kakap yang menyimpan dan mengedarkan 96 ribu butir ekstasi dan 1/2 kg shabu-shabu, dituntut hukuman 15 tahun penjara dan divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim pimpinan Nelson Samosir.

Tiga anggota sindikatnya, hendri Ali alias Ongseng pemilik 500 butir pil ekstasi yang dibeli dari Surya W, hartono, alias Atong dan jefri alias Asiong yang sebelumnya dituntut masing-masing selama 12 tahun penjara. akhirnya dihukum masing-masing 10 tahun 6 bulan dan 11 tahun penjara.

Sindikat pengedar barang haram ini terbongkar setelah petugas menangkap Hendri di Jalan Sunter agung Utara V Blok A 23 No 12 A RT 008/08 Sunter Agung, pada April 2007. Kemudian menangkap Surya W, Asiong dan Atong. Sebagai barang bukti 95.500 butir ekstasi dan 1/2 kg shabu-shabu.

JAKARTA TIMUR
Selama 2007 kasus penyalahgunaan narkoba mencapai 2277 berkas perkara yang dilimpahkan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur ke pengadilan. Dari jumlah tersebut yang telah divonis sebanyak 1885 berkas dan sisanya masih dalam proses persidangan.

Perkara yang tergolong menonjol antara lain menyangkut Putera Raja D. Sitorus terdakwa pengedar 180 gram heroin yang disidangkan Majelis hakim pimpinan Sarpin Rizaldi, beranggotakan Firdaus, dan Jalili Sairin. Selaku Jaksa P. Kaban, menjerat Putera dengan pasal 82 ayat 1 ke-1 UU No.22/1997 sub pasal 78 ayat 1 b UU No.22/1997 tentang narkoba dan menuntut Putera 10 tahun dan denda Rp. 5 juta.

Tetapi Jalili Sairin selaku hakim anggota telah membuka sidang putusan dan membacakan vonis terhadap Putera dengan hukuman 5 tahun penjara dalam sidang hakim tunggal.

JAKARTA SELATAN
Demikian juga kasus narkoba yang dilimpahkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan je PN di Jalan Ampera Raya, termasuk menduduki urutan pertama dibanding perkara lainnya. Data di Bagian pidana, sebagai terdakwanya di dominasi laki-laki disusul perempuan dan anak-anak.

Jumlah perkara yang masuk sampai Oktober 2007 tercatat, januari 137 berkas, 127 berkas pelakunya laki-laki, 5 perempuan, 5 anak-anak. Pebruari tercatat 201 berkas, 188 laki-laki, 7 perempuan dan 6 anak-anak. Maret 106 berkas, 102 laki-laki, 3 perempuan, dan 1 anak-anak. April 113 berkas, 111 laki-laki, 2 perempuan.

Jumlah berkas perkara bulan mei menurun dibanding bulan april. Tercatat 55 berkas, 54 pelakunya laki-laki, 1 anak-anak. Namun Juni meningkat dratis dua setengah kali lipat menjadi 138 berkas, 130 laki-laki, 4 perempuan dan 4 anak-anak. Juli turun lagi menjadi 108 berkas, 105 perkara laki-laki, 2 perempuan, 1 anak-anak. Sedangkan agustus angkanya menurun jadi 42 berkas, 40 laki-laki, dan 2 anak-anak, September naik lagi menjadi 96 Berkas semua pelakunya laki-laki. dan Oktober 50 berkas 49 menyangkut laki-laki, 1 anak-anak.

Dari sejumlah kasus diadili di pengadilan tersebut ada pelaknya dijatuhi hukuman seumur hidup. Dia adalah Tarmiji bin Abdul Manaf, 29, warga kampung Sawah RT 03 RW 03 Jati Mulya, sukmajaya Depok jawa barat. Pria asal Aceh ini ditangkap di depan ITC Depok, Jawa Barat itu oleh majelis hakim pimpinan Wahyono dinyatakan sebagai pengedar ganja kering seberat 120 Kg.

Selain itu, seorang musisi kondang bernama Fariz Roestam Moenaf atau Fariz RM tengah diadili dengan tudingan tanpa hak memiliki ganja. Fariz ditangkap di Jl. Radio Dalam saat mobil taxi dia ditumpangi distop polisi karena razia. Ketika digeledah polisi menemukan satu bungkus rokok didalamnya berisi 1,5 linting kertas warna putih berisikan daun ganja seberat 0,7038 gram dari dalam ransel warna hitam katanya mulik Fariz. namun fariz menyangkal keras barang bukti diajukan oleh Jaksa Rina Pandia.