Yang terhormat :

• Para pejabat instansi terkait,

• Para wartawan media cetak maupun elektronik,

• Serta undangan yang berbahagia.



Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua.



Puji syukur kami ucapkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkah dan rahmat-Nya kita mendapat kesehatan, kekuatan dan semangat untuk dapat menjalankan tugas secara optimal di tahun 2010 ini.

Pada kesempatan ini, kami mengucapkan selamat Natal bagi yang merayakannya, semoga perayaan Natal ini akan membangun suasana kedamaian, kasih dan semangat kepedulian antar sesama bangsa Indonesia, sehingga dapat mendorong tingkat kebersamaan untuk mencapai Indonesia bebas Narkoba tahun 2015.

Sebagaimana tercantum dalam Pasal 64 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba, dinyatakan bahwa dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dan Prekursor Narkoba, pemerintah membentuk sebuah lembaga pemerintah non kementerian, yaitu Badan Narkoba Nasional atau disingkat BNN yang berada di bawah Presiden dan bertanggung jawab kepada Presiden. Dijelaskan juga bahwa BNN mempunyai wilayah kerja meliputi seluruh wilayah negara Republik Indonesia, yang terdiri atas perwakilan-perwakilan di propinsi dan kabupaten / kota yang merupakan instansi vertikal dengan satu garis komando.

Terkait dengan amanat Undang-undang di atas, memasuki tahun 2011 BNN akan mulai membangun 10 BNNP dan 33 BNNK yang didasarkan pada tingkat kerawanan dan kesiapan masing-masing daerah. Kemudian secara bertahap akan dibangun BNNP dan BNNK lainnya. Dengan adanya ketentuan organisasi BNN yang kini bersifat vertikal hingga ke daerah, diharapkan upaya BNN dalam mengoperasionalkan dan mengkoordinasikan seluruh program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba atau P4GN dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Untuk meningkatkan kinerja BNN, pada tahun 2010 telah disyahkan 7 (tujuh) Peraturan Kepala BNN di bidang:

- Peraturan tentang Organisasi dan Kepegawaian

- Peraturan tentang Uji Laboratorium

- Peraturan tentang Pemusnahan Barang Bukti Secara Aman

Hadirin yang saya hormati,

Rencana Strategi BNN Tahun 2010 – 2014 ditetapkan untuk :

1. Mendorong masyarakat menjadi imun Narkoba.

2. Membantu korban penyalahgunaan Narkoba agar pulih kembali.

3. Memberantas jaringan pengedar Narkoba.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka informasi yang kami sampaikan berikut ini akan difokuskan pada ketiga bidang tersebut, yang telah diimplementasikan ke dalam berbagai program kegiatan, dengan rincian sebagai berikut :

I. Pemberantasan jaringan sindikat narkoba

BNN melalui deputi bidang pemberantasan telah melakukan berbagai langkah dan upaya untuk menghentikan serta memutus mata rantai jaringan dan pasokan Narkoba di pasaran, melalui :

1. Penegakan hukum

A. Operasi controlled delivery jaringan internasional dan regional

1) Penyelundupan Narkoba yang dilakukan oleh jaringan sindikat WNA Iran atas nama tersangka M. Reza Adadi dan Abdullah H. serta 3 (tiga) orang DPO lainnya, pada Januari 2010 dengan barang bukti berupa 939 gram Shabu (sudah divonis masing-masing 20 dan 18 tahun).

2) Penyelundupan Narkoba yang dilakukan oleh jaringan sindikat Narkoba China – Nigeria – Malaysia – Indonesia oleh tersangka Puji dan 7 (tujuh) orang tersangka lainnya pada bulan Februari 2010, dengan barang bukti 8 Kg Shabu (tersangka dalam proses peradilan).

3) Penyelundupan dan produksi gelap Narkoba (Clandistine Lab) yang dilakukan jaringan sindikat India – Malaysia – Indonesia atas nama tersangka Nithin alias Rajtz dan Maryono beserta 4 (empat orang tersangka lainnya) pada bulan Mei 2010 dengan barang bukti uang tunai senilai kurang lebih Rp. 5 Miliar, bahan baku pembuat Narkoba dan peralatan produksi lainnya.

4) Penyelundupan Narkoba yang dilakukan oleh jaringan sindikat Narkoba China – Indonesia berupa Narkoba jenis Shabu oleh Oey Sioe Lian dan 3 (tiga) orang DPO lainnya pada bulan Mei 2010 dengan barang bukti jenis Shabu 542 gram (vonis 6 tahun penjara).

5) Kasus penyelundupan Narkoba oleh jaringan sindikat Singapura – Indonesia atas nama tersangka De Costa dan 4 orang (DPO) lainnya pada bulan Juni 2010 dengan barang bukti 2.072,5 gram Shabu (proses peradilan).

6) Penyelundupan dan perdagangan gelap Narkoba serta pencucian uang yang dilakukan oleh jaringan sindikat India – Nepal – Malaysia – Indonesia atas nama tersangka Najeemudin beserta 7 (tujuh) orang tersangka lainnya (4 orang di antaranya DPO) pada bulan November 2010 dengan barang bukti berupa 4 kg Shabu dan uang tunai kurang lebih Rp 2,5 Milyar.

7) Pada tanggal 10 Maret 2010, BNN bekerja sama dengan P2BC Soekarno Hatta berhasil mengungkap penyelundupan dan peredaran gelap narkotika yang dilakukan oleh jaringan sindikat WNA Malaysia di Indonesia, atas nama tersangka Lim Fong Yee (vonis 20 tahun) dan Lee Chee Hen (vonis seumur hidup), selaku pengendali dan bandar besar narkotika skala internasional, dengan barang bukti 44 kg Shabu berikut 4 buah tabung PVC sebagai tempat penyimpan Shabu.

8) Pada tanggal 23 April 2010, BNN bekerja sama dengan P2BC Soekarno Hatta berhasil mengungkap penyelundupan dan peredaran gelap narkotika yang dilakukan oleh jaringan sindikat WNA di Indonesia, atas nama tersangka Mr. Mahnoud (DPO), dengan barang bukti 31 kg Shabu yang dibungkus menjadi 130 plastik.

B. Operasi pengungkapan jaringan sindikat Narkoba dalam negeri

1) Kasus peredaran gelap Ganja dan Shabu yang dikendalikan dari Lapas oleh tersangka Junaedi (satu kasus dilimpahkan ke Polda Sumsel dengan barang bukti 3,2 ton Ganja dan satu kasus dilimpahkan ke Polda Jabar dengan barang bukti 1,7 ton Ganja).

2) Kasus produksi gelap Narkoba (Clandestine Lab) yang dilakukan oleh tersangka Awi dan Apin (mengetahui sindikatnya tercium, karena juru masak/chemist yang bernama Dr. Budi ditangkap aparat Polda Metro Jaya sehingga Awi dan Apin melarikan diri).

3) Kasus produksi gelap (Clandestine Lab) dan peredaran gelap Narkoba yang dilakukan oleh jaringan sindikat Narkoba yang dikendalikan oleh tersangka Basuki dan 8 (delapan) orang tersangka lainnya pada bulan Juni 2010, dengan barang bukti 1.745,9 Shabu dan 406,8 gram prekusor Narkoba.

4) Penyelundupan dan peredaran gelap Narkoba yang dilakukan oleh jaringan sindikat antar Lapas di Indonesia, atas nama tersangka Deni Satori dan 5 (lima) orang tersangka lainnya, 3 (tiga) orang diantaranya buron, termasuk tersangka KS selaku pengendali dan bandar besar Narkoba skala Internasional, dengan barang bukti 2 Kg Shabu berikut tabung penyimpan bahan pembuat Shabu.

5) Hingga kini masih terdapat 11 jaringan sindikat Narkoba yang masih dalam tahap pengembangan, 3 di antaranya merupakan jaringan besar berskala Internasional.

6) Operasi Shabu Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum 2010) dilaksanakan di wilayah Sumatera yang ditindaklanjuti dengan analisa intelijen melalui kegiatan pemetaan wilayah, pra operasi, penyelidikan dan penyidikan seperti kegiatan surveillance, undercover buy dan controlled delivery, dengan barang bukti 4 Kg Shabu dan 288,1 gram Heroin.

7) Operasi pemutusan peredaran gelap Narkoba dalam Lapas dan Rutan dilaksanakan di Bali, Kalimantan Selatan dan Sumatera Barat.

Dari hasil penggeledahan terhadap narapidana dan tahanan diperoleh :



- 1 buah pipet

- 1 skop takaran sabu

- 7 buah alat penghisap

- 2 bungkus tablet warna putih

- 2 sendok plastik kecil

- 2 korek gas

- Handphone 3 buah

- Simcard 16 buah

- Uang tunai sejumlah Rp. 1.150.000,-

Selain itu juga dapat diungkap :

12 orang penghuni yang terbukti positif menggunakan Shabu dan Ekstasi.

Konklusi hasil operasi penyidik BNN tahun 2010 :

- Tersangka yang berhasil ditangkap : 65 orang

- Dalam daftar pencarian orang : 23 orang.

Dari jumlah 88 tersangka tersebut :

- WNI : 64 orang

- WNA : 24 orang

Mayoritas tersangka adalah laki-laki,

- Berjumlah 61 orang laki-laki

- Sedangkan sisanya 27 orang adalah wanita.

C. Pengumpulan Data Penegakan Hukum terhadap WNI di luar negeri

Dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (WNI yang ditahan di luar negeri karena terlibat dalam jaringan sindikat Narkoba Internasional). Jumlah WNI yang ditahan di luar negeri adalah 406 orang terdiri dari :

1) Malaysia : 305 orang

2) China : 33 orang

3) Jepang : 13 orang

4) Hongkong : 10 orang

5) Arab Saudi : 8 orang

6) Philipina : 7 orang

7) Australia : 5 orang

8) Pakistan : 4 orang

9) USA : 3 orang

10) India : 3 orang

11) Thailand : 3 orang

12) Brasil : 2 orang

13) Ekuador : 2 orang

14) Argentina : 1 orang

15) Chili : 1 orang

16) Kamboja : 1 orang

17) Kanada : 1 orang

18) Kolombia : 1 orang

19) Peru : 1 orang

20) Srilanka : 1 orang

21) Timor Leste : 1 orang



Sedangkan jumlah WNI yang mendapatkan vonis hukuman mati di luar negeri : berjumlah 35 orang.

D. Workshop pemusnahan barang bukti

Workshop penyusunan SOP mengenai pemusnahan barang bukti, Prekursor Narkoba dan bahan kimia lainnya diikuti oleh 7 (tujuh) negara ASEAN serta China, India dan perwakilan US– DEA.

E. Konklusi penanganan jaringan sindikat Narkoba tahun 2010

Selama tahun 2010 BNN berhasil menangani 61 kasus jaringan sindikat Narkoba dengan barang bukti sitaan, sebagai berikut :

1) Heroin : 10.110 gram

2) Ganja : 4.902,325 kg

3) Shabu : 130.681 gram

4) Ekstasi : 19.953 butir

5) Kokain : 162 gram

6) Prekursor Narkoba : 1.988 gram

F. Vonis hukuman mati di Indonesia

Pelaku tindak pidana Narkoba yang memperoleh vonis hukuman mati di Indonesia berjumlah 58 orang, terdiri dari :

1) WN Indonesia : 17 orang

2) WNA : 41 orang, dengan rincian :

Nigeria : 12 orang

RRC : 6 orang

Belanda : 3 orang

Australia : 3 orang

Pakistan : 2 orang

Brasil : 2 orang

Malaysia : 2 orang

Malawi : 2 orang

Afrika selatan : 2 orang

Thailand : 1 orang

Ghana : 1 orang

Senegal : 1 orang

Zimbabwe : 1 orang

India : 1 orang

Nepal : 1 orang

Perancis : 1 orang



G. Pemusnahan barang bukti Narkoba

Pemusnahan barang bukti Narkoba yang sudah dilaksanakan hingga saat ini sebanyak 18 kali, dengan rincian sebagai berikut :

1) Shabu : 128.673 gram

2) Heroin : 9.911 gram

3) Ekstasi : 19.380 butir

4) Ganja : 4.902,325 kg

5) Kokain : 160 gram

6) Prekursor Narkoba : 1.968 gram



II. Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat

Guna mendorong partisipasi masyarakat dalam menekan penyalahgunaan Narkoba, juga telah dilaksanakan berbagai kegiatan preventif, sebagai berikut :

1. Pembentukan jaringan pemuda Indonesia melawan penyalahgunaan Narkoba pada perguruan tinggi di 11 propinsi.

2. Pembentukan kader penyuluh P4GN di 9 propinsi pada :

- Lingkungan kerja

- Lingkungan keluarga

- Lingkungan pendidikan.

3. Pembentukan 1.500 kader anti Narkoba pada lingkungan pelajar dan mahasiswa di 10 propinsi.

4. Kegiatan kelompok diskusi di 5 propinsi: Jawa Barat, D.I. Yogyakarta, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut melibatkan pihak media massa, akademisi, perbankan, BUMN dan bertujuan menampung aspirasi pihak terkait selanjutnya diimplementasikan dalam bentuk program P4GN.



5. Di bidang diseminasi informasi dengan kegiatan :

A. Pameran informasi Narkoba

B. Pertemuan jurnalis pemerhati Narkoba

C. Penayangan iklan layanan masyarakat di media cetak dan elektronik

D. Penerbitan majalah

E. Pemasangan spanduk, baliho, umbul-umbul dan balon udara

F. Pendistribusian secara gratis : brosur, stiker, poster, VCD dan pin anti Narkoba.

G. Penerbitan majalah internal BNN.

Dalam lomba Anugerah Media Humas yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah Pusat atau Bakohumas, majalah internal BNN berhasil meraih Juara II untuk kategori kementerian dan lembaga negara.

Di bidang informasi dan teknologi, BNN telah menyediakan layanan kepada masyarakat melalui website www.bnn.go.id dan pembangunan perpustakaan online. Hal ini ternyata mendapat penghargaan dari bakohumas sebagai Juara II website terbaik untuk kategori Kementerian dan Lembaga Negara.

Melalui website BNN, telah dibuka layanan suara masyarakat. Dari Januari s/d November 2010 telah masuk 1.478 suara masyarakat terdiri dari :

1) Pertanyaan tentang Narkoba, organisasi kepegawaian, dan pencegahan

2) Laporan kasus mengenai tindak pidana Narkoba di lingkungannya

3) Masukan ataupun kritikan terhadap BNN.

B. BNN terus melakukan upaya persuasif terhadap mereka yang termasuk golongan beresiko tinggi, melalui program pemberdayaan masyarakat perkotaan dan pedesaan.

Untuk wilayah perkotaan, Kampung Permata – Jakarta Barat menjadi pilot project dari program ini. Upaya yang dilakukan antara lain dengan memberikan keterampilan :

1) Menjahit dan membordir

2) Memasak

3) Tata rias kecantikan

4) Pelatihan komputer

5) Olahraga dan kesenian

Untuk wilayah pedesaan, kegiatan pembangunan alternatif dilaksanakan di propinsi Aceh dengan memfokuskan pada kegiatan :

1) Survey pemetaan area Ganja yang melibatkan 6 universitas di Aceh.

2) Sosialisasi intensif tanaman dan hewan ternak pengganti yang dinilai memiliki nilai ekonomis.

III. Pemulihan Pecandu, Korban Penyalahgunaan dan Penyalahguna Narkoba

1. Kegiatan tersebut di atas dilakukan melalui rehabilitasi medis dan sosial di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terapi dan Rehabilitasi BNN di Lido - Bogor. Pecandu, korban penyalahgunaan dan penyalahguna Narkoba (residen) yang telah menjalani proses rehabilitasi tahun ini sebanyak 674 orang terdiri dari :

A. Sebanyak 651 pria dan 23 wanita, yang didominasi oleh usia 26 sampai 30 tahun.

B. Jenis Narkoba yang banyak disalahgunakan adalah Heroin, Ganja, Shabu, dan Ekstasi.

Dalam upaya menjangkau para pecandu yang ingin mendapatkan rehabilitasi, BNN menerapkan sistem “jemput bola”, melalui Program Penjangkauan dan Pendampingan. Selama tahun 2010 telah dijangkau sebanyak 415 residen yang berasal dari berbagai daerah.

2. Kegiatan - kegiatan lain di bidang terapi rehabilitasi yang telah dilaksanakan di luar UPT T & R Lido, yaitu :

A. Pelaksanaan program one stop center :

1) Pada rumah sakit jiwa di 9 propinsi (Aceh, Sumbar, Lampung, Maluku, DKI Jakarta, Jawa Timur, Gorontalo, Sulut dan Sulsel).

2) 6 lembaga pemasyarakatan (Sumut, Banten, Sulsel, Riau, Kalbar dan Jawa Tengah)

3) 3 pondok pesantren (Kalsel, Sumsel, dan Jabar)





B. Program after care

Dilaksanakan di 6 lokasi (Jakarta, Jatim, Jabar, Babel, Kalbar, dan Sulsel) dengan melibatkan berbagai LSM pemerhati Narkoba.

C. Pendataan dan pendampingan terhadap 2.838 korban penyalahguna Narkoba yang berada di lembaga rehabilitasi pemerintah maupun swasta.

D. Simposium pemulihan akibat penyalahgunaan Narkoba se-Asia ke-5, pada tanggal 6 sampai 8 Desember 2010.

E. Pembentukan Dewan Sertifikasi Konselor Adiksi di Jakarta dan dewan sertifikasi ini adalah satu-satunya Dewan Sertifikasi Konselor Adiksi di Asia Pasifik.

F. Pemberian akses kunjungan ke UPT Terapi dan Rehabilitasi Lido untuk keperluan :

- Penelitian

- Studi banding

- Konsultasi dalam rangka upaya penanggulangan korban Narkoba.

3. UPT Lab Uji Narkoba sampai dengan bulan November 2010, telah menerima 10.525 sampel urine dan raw material yang berasal dari 4.312 kasus Narkoba.

Mayoritas positif mengandung : Ganja, Heroin, Shabu, dan Ekstasi.



IV. BNN telah melakukan beberapa kegiatan pendukung lainnya, seperti:

1. Penambahan dan peningkatan sumber daya manusia

A. Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil BNN tahun 2010 sebanyak 466 orang dalam rangka mengisi formasi organisasi.

B. Pendidikan dan pelatihan bagi penyelidik maupun penyidik BNN tingkat dasar dan lanjutan sebanyak 9 angkatan.

C. Pelatihan intelijen tingkat lanjutan hasil kerjasama BNN dan US – DEA (JIATF WEST – US PACOM).

D. Peningkatan kemampuan bagi personel yang bertugas di tempat-tempat rehabilitasi Narkoba melalui kegiatan :



- Studi banding dan program magang pada rehab center di luar negeri

- Workshop, seminar dan lokakarya.

E. Pelatihan hasil kerjasama dengan Telkomsel :

- Teknisi telepon selular bagi para residen re-entry.

- Pembangunan Information Communication Technology (ICT) berupa website portal informasi Narkoba bagi kaum muda.

F. Pelatihan chemical precursor clandestine laboratory oleh negara Perancis.

G. Pelatihan practical application training oleh US – DEA Singapore Country Office.

2. Penandatanganan Nota Kesepahaman

A. BNN dengan instansi Pemerintah :

1) Direktorat Jenderal Imigrasi

2) Kejaksaan Agung

3) Bank Indonesia

4) Mahkamah Agung

5) Polri

6) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

7) Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal

8) Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban

9) Badan Pemeriksa Keuangan.

B. BNN dengan lembaga / instansi non-Pemerintah :

1) Universitas Pelita Harapan

2) Universitas Indonesia

3) Kongres Wanita Indonesia

4) Telkomsel

3. Kerjasama luar negeri

A. Kegiatan international Drug Enforcement Conference (IDEC) ke-27 di Rio de Janeiro, Brasil tanggal 27 – 29 April 2010.

B. Penyelenggaraan Workshop on Anti Drug Cooperation Project bersama Supreme Presecutors Office (SPO) dari Republik Korea, tanggal 28 sampai 29 Juni 2010 di Bali.

C. Penyelenggaraan International Drug Enforcement Conference (IDEC) bagi negara-negara anggota untuk kawasan Timur Jauh (Far East Region), tanggal 21 hingga 22 September 2010 di Batam.

D. Kegiatan Anti Drug Liaison Officials Meeting for International Cooperation (Adlomico), tanggal 4 – 6 Oktober 2010 di Seoul – Korea, diikuti oleh 21 negara.

E. Penyelenggaraan pertemuan ASEAN Senior Officials on Drug Matters atau ASOD ke-31 pada tanggal 13 – 15 Oktober 2010 di Jakarta.

F. Kegiatan Heads of National Drug Law Enforcement Agencies (HONLEA) ke-34 di Bangkok, tanggal 30 November – 3 Desember 2010.

G. Kegiatan Visit to Doi Tung Development Project di Chiang Rai – Thailand, tanggal 19 – 23 Desember 2010.

H. Kunjungan kerja operasional BNN ke Teheran – Iran dalam rangka memperlancar operasi pemberantasan jaringan sindikat Iran.

I. Kegiatan sidang Commission on Narcotic Drugs (CND) di Vienna – Austria, tanggal 8 – 12 Maret 2010, diikuti oleh 49 negara anggota komisi dan 77 negara peninjau.

V. Peringatan Hari Anti Narkoba internasional atau HANI

Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional atau HANI yang dilaksanakan setiap tanggal 26 Juni, selain sebagai bentuk solidaritas dan wujud keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. Kegiatan yang dilaksanakan, antara lain :

1. Aksi Peduli di kepulauan terluar wilayah Republik Indonesia di Pulau Intata dan Pulau Miangas - Sulawesi Utara.

2. Malam renungan di Tugu Proklamasi.

3. Puncak peringatan HANI di silang Monas, dipimpin oleh Wakil Presiden RI.

4. Sosialisasi bahaya Narkoba pada kegiatan jelajah sepeda Surabaya – Jakarta, bike to heritage dan next creative generation di Mal Ciputra – Jakarta.

5. Festival pop singer dan band pelajar anti Narkoba.

6. Seminar bertema Narkoba, bekerjasama dengan kementerian Diknas, Kementerian Sosial, FKM – UI, dan Kowani.

VI. BNN sebagai focal point dari upaya P4GN

Kegiatan yang dilakukan oleh instansi terkait dalam koordinasi BNN sebagai focal point upaya P4GN, antara lain :

1. Polri

Berdasarkan data yang diperoleh dari Polri, tindak pidana Narkoba di Indonesia dari Januari hingga Oktober 2010, diungkap sebanyak 24.417 kasus, dengan rincian :

A. Narkoba : 23.820 kasus

B. Psikotropika : 597 kasus

Tersangka yang tertangkap :

A. Kasus Narkoba : 31.963 orang

B. Kasus psikotropika : 771 orang

Jenis kelamin :

A. Tersangka laki – laki : - 30.278 orang WNI

- 155 orang WNA

B. Tersangka wanita : - 2.273 orang WNI

- 28 orang WNA

Usia tersangka :

A. < 15 tahun : 85 orang

B. 16 sampai 19 tahun : 1.441 orang

C. 20 sampai 24 tahun : 4.829 orang

D. 25 sampai 29 tahun : 9.011 orang

E. > 30 tahun : 17.368 orang



2. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

A. Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk tindak pidana Narkoba, Psikotropika, Prekursor sejak Januari sampai dengan Desember 2010, berhasil diungkap sebanyak 156 kasus, dengan rincian :

1) Ekstasi : 13.364,65 gram

2) Shabu : 252.693,59 gram

3) Shabu cair : 1.030 gram

4) Ketamine : 96.695,60 gram

5) Ganja : 3.700,26 gram

6) Heroin : 19.263,68 gram

7) Kokain : 203 gram

8) Ampethamine : 292,50 gram

9) Hashis : 5.967 gram

10) Erimine Five : 10.746 gram

11) Ephedrine : 2.011,60 gram



Total berjumlah 410.160,06 gram dan 1.030 mililiter (Shabu cair).

Dari jumlah tersebut, tersangka yang berhasil ditangkap sebanyak 156 orang, mayoritas didominasi oleh pria sebanyak 105 orang dan wanita 51 orang. WNI sebanyak 62 orang dan WNA 94 orang (Indonesia 62 orang, Iran 28 orang, Malaysia 23 orang, India 9 orang, Filipina 6 orang, China 5 orang, Thailand 4 orang, Taiwan 2 orang, Vietnam 2 orang, Kamboja 2 orang. Sedangkan Jerman, Nigeria, Perancis, Nepal, Singapura, Mozambique, Australia, Kyrgistan, USA, Belanda, Inggris, Jepang, Papua Nugini, masing-masing sebanyak 1 orang.

Selain itu Ditjen Bea dan Cukai juga melakukan peningkatan SDM melalui pendidikan dan pelatihan bagi Customs Narcotic Team (CNT) sebanyak 4 kali (Aceh, Pontianak, Bali dan Surabaya)

3. Direktur Jenderal Imigrasi

1) Data penerbitan paspor bagi WNI yang terlibat tindak pidana Narkoba.

2) Data perlintasan baik ke luar dan masuk wilayah Indonesia, bagi WNI dan WNA, yang terkait kasus Narkoba.

3) Penangkalan bagi WNA terkait tindak pidana Narkoba.

4) Pelaksanaan clearence house dalam penyaringan pemohon visa bagi WNA yang rawan keimigrasian.

4. Badan POM

1) Melaksanakan penyusunan Code of conduct penanganan Prekursor di Bogor.

2) Koordinasi lintas sektor dalam rangka pengawasan Prekursor.









5. Kementerian Kesehatan

A. Adanya SK Menkes 421/III/ 2010 tentang standar pelayanan rehabilitasi pecandu dimana salah satunya adalah penyediaan 10% kapasitas tempat tidur rumah sakit jiwa untuk penyalahguna Narkoba.

B. Ketersediaan layanan rehabilitasi dalam jajaran Kemenkes untuk rehabilitasi rawat inap, rawat jalan dan detoksifikasi di RSKO dan 32 RSJ di 26 provinsi (kecuali NTT, Papua Barat, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Banten, Kepulauan Riau).

C. Optimalisasi RSJ dalam penyediaan layanan rawat inap dan rawat jalan.

D. Optimalisasi RSU propinsi/kabupaten/kota yang telah memiliki maupun yang belum memiliki unit psikiatri dalam penyediaan layanan rawat jalan dan detoksifikasi.

E. Peningkatan kapasitas puskesmas kecamatan dalam penyediaan layanan rawat jalan, detoksifikasi dan rumatan Metadon.

F. Program terapi rumatan metadon (61 klinik di 12 propinsi) dengan cakupan layanan 2.350 orang. Telah dilaksanakan program Metadon di RSU di 12 propinsi (DKI Jakarta, Jabar, Banten, Jateng, D.I. Yogyakarta, Jatim, Bali, Sulsel, Kalbar, Sumut, Sulsel, Kepulauan Riau), 4 RSJ dan RSKO, 8 Lapas / Rutan dan 29 Puskesmas.

G. Rencana pengembangan layanan rehabilitasi

1) Optimalisasi RSJ dalam penyediaan layanan rawat inap (jangka pendek dan panjang) dan rawat jalan;

2) Optimalisasi RSU propinsi / kabupaten / kota yg memiliki unit psikiatri dan tanpa unit psikiatri dalam penyediaan layanan rawat jalan, detoksifikasi dan rawat inap jangka pendek;

3) Peningkatan kapasitas puskesmas kecamatan dalam penyediaan layanan rawat jalan dan detoksifikasi.

6. Kementerian Sosial

A. Tersedianya 10 tempat rehabilitasi sosial bagi pecandu Narkoba, antara lain di Sumut, Lampung, Banten, Jabar, D.I. Yogyakarta, Jateng, Jatim, dll.



B. Tersedianya kebijakan program yang berkaitan dengan pencegahan, pembinaan, pengembangan rehabilitasi dan peran serta masyarakat dalam penanggulangan Narkoba.

C. Tersedianya program pembinaan untuk rehabilitasi Narkoba di dalam panti, luar panti dan rehabilitasi lain berbasis masyarakat.

D. Forum perlindungan dan advokasi masyarakat.



Hadirin yang saya hormati,

Mengakhiri informasi ini, kami ingin mengajak semua pihak untuk mewujudkan komitmen moral secara konsisten dalam melaksanakan upaya P4GN dalam bentuk apapun untuk mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba Tahun 2015.

Pada kesempatan ini disampaikan terima kasih yang sebesar - besarnya kepada para mitra kerja dari instansi pemerintah, non pemerintah serta LSM atas dukungan dan partisipasi dalam P4GN.

Khusus kepada media massa dan rekan-rekan wartawan yang selama ini telah banyak membantu memberi informasi kepada publik, saya sampaikan apresiasi yang tinggi dan terima kasih serta mengharap dukungan yang berkelanjutan dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di masa yang akan datang.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya, serta memberi kekuatan kepada kita semua dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Wabillahi taufik walhidayah,

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.