CONTACT CENTER BNN  .    callcenter@bnn.go.id  .    184  .  SMS/Whatsapp   081-221-675-675  .  BBM   2BF297D7

Berita

Time Line @INFO BNN

Humas BNN dan Media Massa samakan persepsi dorong masyarakat agar mau mengedukasi diri sendiri untuk pahami Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Mari berbagi :    

Edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba penting untuk terus menerus disuarakan, agar masyarakat luas memiliki pemahaman yang benar dan dapat terbangkitkan imunitas pada dirinya sehingga tergerak untuk melakukan aksi nyata, berkontribusi dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).


Terkait dengan edukasi masyarakat, media massa memegang peran penting, karena memiliki potensi dan kapasitas mempengaruhi opini dan perilaku masyarakat untuk memerangi kejahatan narkoba.

Jurnalisme yang mampu menginspirasi masyarakat untuk mau terlibat aktif dalam upaya-upaya pencegahan sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Sangat banyak keluarga yang anggota keluarganya menjadi pecandu tetapi tidak tahu harus berbuat apa, tidak tahu harus berkonsultasi dengan siapa, tidak tahu harus dibawa kemana si pecandu tersebut, dan masih banyak lagi ketidak tahuan lainnya. Disinilah para jurnalis dapat memerankan kepahlawanannya manakala mampu mempengaruhi dan memberikan pencerahan kepada masyarakat melalui jurnalismenya.

Oleh karena alasan itulah, Bagian Humas BNN menyelenggarakan kegiatan Forum Komunikasi dan Silaturahmi dengan Media Massa, di Bogor, Jumat-Sabtu (13-14/10/2017).


Kepala Biro Umum BNN, Budi Susilo berharap agar kegiatan antara Humas BNN dan media massa ini bisa saling memberi masukan, bertukar informasi dan bersinergi saling menguatkan dalam rangka melaksanakan tugas kemanusiaan mencegah dan memerangi penyalahgunaan narkoba.

Dalam kegiatan ini, Direktur Pemberitaan Harian Media Indonesia, Usman Kansong juga sebagai narasumber dan menegaskan bahwa penulisan berita jangan sampai membuat masyarakat justru mengalami “misleading”. Jangan sampai pemberitaan tersebut justru menginspirasi masyarakat untuk terlibat bisnis narkoba karena alasan ingin ikut menikmati keuntungan finansial yang sangat besar atau  menginspirasi masyarakat ingin mencoba menikmati barang haram tersebut.
Penting untuk diperhatikan, penulisan berita lebih ditekankan kepada efek negatif akibat mengkonsumsi narkoba, tonjolkan aspek humanisme dan empati kepada para korban penyalahgunaan dan penyalahguna narkoba, sebaliknya tonjolkan pelanggaran HAM yang telah dilakukan oleh para bandar dan jaringan sindikat narkoba yang telah membunuh ribuan orang dan menyengsarakan jutaan orang.

Menurutnya, proporsi pemberitaan yang terkait dengan program-program pencegahan juga harus ditingkatkan, karena selama ini pemberitaan tentang pemberantasan sangat dominan bila dibandingkan dengan pencegahan. Padahal kita semua paham bahwa masyarakat juga butuh informasi lainnya, seperti misalnya yang terkait dengan rehabilitasi, pencegahan, partisipasi masyarakat dan informasi penanganan korban atau pecandu narkoba.
Sekalipun menulis tentang pemberantasan,  seyogyanya jurnalis juga menyisipkan nuansa pencegahan atau mengemas tulisannya sedemikian rupa sehingga memberi kesan bahwa “Pemberantasan yang dilakukan adalah dalam rangka pencegahan”, sehingga yang menonjol bukan jumlah barang bukti yang berhasil disita atau berapa rupiah nilai barang bukti tersebut tetapi berapa banyak jiwa yang bisa diselamatkan dan berapa banyak orang yang tidak bisa mengkonsumsi akibat tersitanya barang bukti tersebut.

Usman juga menambahkan, cerita-cerita dramatis dan heroik terkait dengan upaya pecandu sembuh dan terlepas dari kecanduannya juga perlu diangkat agar dapat menginspirasi para pecandu lainnya atau keluarganya untuk terbebas dari cengkeraman narkoba.

Sementara itu, Hendrajid Widagdo, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Desa Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebagai narasumber kedua menyampaikan tentang permasalahan penanaman ganja di Aceh yang masih sangat kompleks.
Menurutnya, BNN perlu berinovasi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu melalui program Alternative Development. Program ini menitik beratkan pada upaya merubah pola hidup petani ganja menjadi petani tanaman produktif, mengubah lahan ganja menjadi lahan tanaman produktif. Tentu dalam merealisasikan program ini BNN tidak mampu bekerja sendiri melainkan harus ada kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait.

Sulistiandriatmoko, Kepala Bagian Humas BNN, berharap forum komunikasi dan silaturahmi dengan media massa ini  berkelanjutan dan terjadi ikatan emosional yang kuat antara Humas BNN dengan media massa, sehingga dapat tercapai sinergitas yang saling menguatkan.                       
<12:36, 10/16/2017> Mank Budi Humas: 


  Ikuti Kami di Sosial Media

Kami berupaya untuk membuka kanal Sosial Media sebanyak mungkin agar selalu terhubung dengan Anda.

  Kontak Kami
  Alamat

Jl. MT. Haryono No. 11
Cawang, Jakarta Timur

Phone : (021) - 80871566 / 80871567
Mail : callcenter@bnn.go.id